– Bitcoin (BTC) mencatat pemulihan tipis setelah aksi jual besar-besaran pekan ini yang menyeret harga menuju 80.000 dollar AS. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar akan potensi gejolak harga yang lebih dalam.Aksi jual ini mengikuti reli yang membawa Bitcoin mencetak rekor tertinggi 126.000 dollar AS per koin bulan lalu. Setelah itu, muncul peringatan terkait kemungkinan keruntuhan pasar kripto senilai 1 triliun dollar AS.Pasar kini mencermati dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat setelah Presiden AS Donald Trump diprediksi akan “membuka pintu likuiditas.”Baca juga: Harga Bitcoin Fluktuatif: Penyebab dan 4 Hal yang Harus Dilakukan InvestorPelaku pasar mulai menyesuaikan strategi dengan perubahan drastis peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Desember.Probabilitas pemangkasan 25 basis poin melonjak menjadi 70 persen dari sebelumnya 39 persen, berdasarkan alat pemantau CME FedWatch.Perubahan sentimen tersebut muncul setelah komentar pejabat The Fed meredakan kekhawatiran bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga, menyusul data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan."Saya masih melihat ruang untuk penyesuaian lebih lanjut dalam waktu dekat agar kebijakan lebih mendekati tingkat netral," ujar Presiden Fed New York John Williams dikutip dari Wall Street Journal, Senin ."Ke depan, penting untuk mengembalikan inflasi menuju target 2 persen dalam jangka panjang tanpa menciptakan risiko berlebihan terhadap tujuan lapangan kerja maksimum," tambah dia. Komentar itu muncul setelah risalah rapat The Fed menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal bank sentral.Baca juga: Sempat Anjlok Harga Bitcoin Sentuh Level di Atas 86.000 Dollar ASMeski tekanan pasar masih terasa, sebagian pelaku kripto tetap menunjukkan sentimen positif. Bitcoin tercatat turun hampir 40 persen dalam sebulan terakhir."Penurunan Bitcoin dari level tertinggi di atas 125.000 dollar AS menjadi di bawah 90.000 dollar AS mencerminkan berbagai tekanan yang mendorong investor keluar dari aset berisiko," kata CEO Blueprint Finance, Nicholas Roberts-Huntley, dikutip dari Forbes.Menurut dia, pelemahan harga Bitcoin didorong sentimen tarif, penguatan dollar AS, dan gelombang likuidasi paksa di pasar yang sudah jenuh."Namun, tidak ada yang berubah dari sisi fundamental jangka panjang. Koreksi justru membersihkan leverage berlebih dan menjadi fondasi pergerakan harga yang lebih sehat," katanya.Roberts-Huntley memperkirakan harga Bitcoin berpotensi stabil dan bergerak ke kisaran 95.000–110.000 dollar AS hingga akhir tahun.“Jika kondisi makro membaik dan aliran dana kembali positif, dorongan harga pada Desember tetap terbuka.”Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok, Bagaimana dengan Mata Uang Kripto Lain?
(prf/ega)
Harga Bitcoin Jatuh, Pasar Tunggu Keputusan The Fed Desember
2026-01-12 03:55:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:39
| 2026-01-12 03:15
| 2026-01-12 02:57
| 2026-01-12 02:32










































