Industri Furnitur Masih Tertekan, Pelaku Usaha Keluhkan Biaya Produksi Tinggi dan Regulasi Berlapis

2026-02-03 18:09:55
Industri Furnitur Masih Tertekan, Pelaku Usaha Keluhkan Biaya Produksi Tinggi dan Regulasi Berlapis
JAKARTA, - Industri furnitur dan kerajinan masih menghadapi tekanan sejak beberapa tahun terakhir.Pelaku usaha pun menyoroti tingginya biaya produksi, regulasi yang berlapis, serta minimnya insentif fiskal terhadap industri padat karya.Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur menilai, tekanan yang dialami industri furnitur dan kerajinan kerap disalahartikan semata-mata sebagai persoalan daya saing pelaku usaha.Padahal, persoalan yang dihadapi dinilai jauh lebih mendasar dan berkaitan dengan arah serta konsistensi kebijakan negara.Baca juga: Pengusaha Mebel Jajaki Pembelian Mesin Asal China“Fenomena ini sering dipersepsikan sebagai persoalan daya saing pelaku usaha. Padahal jika dicermati lebih dalam, persoalannya lebih mendasar, yakni arah dan konsistensi kebijakan negara,” ujar Abdul Sobur lewat keterangan pers, Selasa .Ia membandingkan kebijakan Indonesia dengan negara lain di kawasan.Vietnam, misalnya, menempatkan industri furnitur sebagai bagian dari strategi nasional penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekspor manufaktur.Negara tersebut menyediakan pembiayaan yang kompetitif, kepastian regulasi, serta dukungan logistik dan perdagangan luar negeri yang terintegrasi.Hasilnya, ekspor furnitur Vietnam meningkat signifikan dan menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar.Sementara itu, Malaysia memilih pendekatan yang lebih defensif.Meski dengan skala industri yang lebih kecil, kebijakan fiskal dan industrinya diarahkan untuk tetap bertahan dan tidak kehilangan kapasitas produksi.Indonesia, menurut Sobur, berada pada posisi yang berbeda.Industri furnitur di Tanah Air menghadapi biaya produksi yang relatif tinggi, regulasi yang berlapis, serta minimnya insentif fiskal yang mempertimbangkan karakter industri padat karya.Dalam kondisi tersebut, pergeseran kapasitas produksi ke negara lain menjadi sulit dihindari.Dampak dari tekanan kebijakan tersebut mulai terlihat secara nyata.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-03 16:10