– Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Padang Pariaman sejak 22 November 2025 menyebabkan ribuan warga terdampak.Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 9.778 jiwa terkena dampak banjir, longsor, dan pohon tumbang hingga Selasa .Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, menyampaikan bahwa periode bencana intensif ini berlangsung selama empat hari, dari 22 hingga 25 November, dengan kerugian materiil yang cukup besar.“Dampak paling signifikan terjadi pada sektor permukiman,” ujar Emri Nurman. Dari ribuan rumah yang terdampak, tercatat lima unit mengalami kerusakan serius, terdiri dari tiga rusak berat dan dua rusak ringan.Selain permukiman, sektor pertanian juga terdampak. Area persawahan yang terendam mencapai 156 hektar, sementara kebun menurun seluas 28 hektar.Infrastruktur publik pun mengalami kerusakan cukup parah, termasuk dua jembatan, satu irigasi utama, dua saluran irigasi sekunder, satu sekolah menengah, dan sepuluh SD yang memerlukan penanganan segera.Baca juga: Banjir Kembali Rendam Sidoarjo, 2 Sekolah Terpaksa Belajar DaringSecara geografis, kerugian terbesar terjadi di Batang Gasan dengan estimasi kerusakan mencapai Rp 1,5 miliar.Wilayah lain yang terdampak signifikan antara lain V Koto Kampung Dalam dan 2x11 Kayu Tanam, mencakup Kepala Hilalang dan Anduriang, di mana rumah, sawah, dan fasilitas umum mengalami kerusakan.Banjir di Kecamatan Ulakan Tapakis, yang menjadi episentrum bencana, mulai surut pada Selasa siang, meski Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.“Kami sampaikan kepada masyarakat untuk tetap waspada tiga hari ke depan,” katanya saat meninjau Nagari Kampung Galapuang.Bupati John Kenedy juga menegaskan bahwa penanganan banjir tahunan di Ulakan Tapakis tidak akan tuntas tanpa normalisasi Batang Ulakan, sungai besar di belakang wilayah terdampak.“Selama Batang Ulakan tidak dinormalisasi, banjir akan tetap terjadi setiap tahun. Kami tidak sanggup melakukannya karena di luar kewenangan dan anggaran kabupaten. Kami mohon pemerintah pusat segera membantu,” tegasnya.Baca juga: Banjir Rendam Desa Surotrunan, Lalu Lintas Kebumen-Alian Sempat Dialihkan Sejak bencana melanda, Pemkab Padang Pariaman telah mendirikan delapan dapur umum untuk membantu warga terdampak dan menyiapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang masih bertahan di rumah.Satpol PP bersama pemuda setempat juga melakukan ronda untuk mengamankan rumah-rumah yang ditinggalkan saat evakuasi.Hingga Selasa malam, petugas gabungan masih siaga di posko utama mengantisipasi curah hujan yang diperkirakan baru akan menurun setelah 27–28 November 2025, sehingga risiko banjir susulan tetap ada.Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul: Banjir Padang Pariaman Mulai Surut, Bupati Minta Tetap Waspada dan Desak Normalisasi Batang Ulakan
(prf/ega)
9.778 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor di Padang Pariaman, Kerugian Capai Rp 1,5 Miliar
2026-01-11 22:19:20
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 20:44
| 2026-01-11 20:33
| 2026-01-11 20:17
| 2026-01-11 20:05










































