SOLO, - Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang tersebar di 54 kelurahan di Solo, Jawa Tengah, telah mencapai 100 persen pendaftaran dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) Kementerian Koperasi (Kemenkop).Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, pada acara pembukaan gelar potensi produk unggulan KKMP di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Rabu .Destry menekankan bahwa kesadaran masyarakat dan pengurus dalam mengembangkan koperasi sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi menjadi faktor utama di balik pencapaian ini.Baca juga: Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kalteng Terkendala Lahan, Baru 24 Unit yang Punya Kantor"Berdasarkan data dari Simkopdes, seluruh KKMP di Solo sudah terdaftar dalam sistem 100 persen. Hal ini menunjukkan kesadaran semangat yang tinggi masyarakat dan pengurus dalam mengembangkan koperasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi lokal," ungkapnya.Ia juga menjelaskan bahwa semua KKMP di Solo telah memiliki unit usaha, yang menandakan bahwa koperasi di kota tersebut tidak hanya berkembang secara administratif, tetapi juga secara operasional."Dari jumlah tersebut, ternyata hampir semua sudah memiliki unit usaha, dan ini menjadi tanda bahwa koperasi di Solo tidak hanya berkembang secara administratif tetapi juga secara nyata dalam operasionalnya," tambah Destry.Lebih lanjut, Destry menyatakan bahwa pencapaian KKMP tidak hanya terfokus pada angka atau jumlah gerai, melainkan juga pada hasil produk unggulan yang dihasilkan melalui acara tersebut."Melalui acara ini, kita semua berharap agar KKMP di Solo dapat menghasilkan produk unggulan yang semakin dikenal baik lokal, nasional, bahkan internasional," harapnya.Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan bahwa KKMP bukanlah paguyuban UMKM, melainkan merupakan wadah bagi warga di wilayah tersebut.Ia menekankan pentingnya hasil penjualan produk KKMP untuk memberikan keuntungan bagi anggotanya.Baca juga: Baru 6 Koperasi Merah Putih yang Beroperasi, Pemkab Pamekasan Rumuskan Strategi PercepatanRespati juga berencana untuk mengevaluasi kinerja KKMP pada akhir tahun guna menilai keberhasilan dan keuntungan dari usaha yang dijalankan."Kita cek nanti akhir tahun pada waktu sisa hasil usaha. Kalau KKMP punya gedung bagus, punya usaha bagus, tapi kalau sisa hasil usahanya tidak ada, berarti ada kebocoran penghasilan," tegasnya.Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perindustrian Solo, Agung Riyadi, menambahkan bahwa gelar potensi produk unggulan KKMP bertujuan untuk membangun semangat dan mewujudkan Asta Cita pembangunan daerah, serta mempromosikan produk unggulan KKMP di Solo.Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari Rabu hingga Kamis , diikuti oleh 42 KKMP dari total 54 KKMP di Solo.Agung juga menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi ajang perlombaan bagi peserta KKMP, dengan hadiah uang pembinaan bagi para juara.Baca juga: OJK Wajibkan Koperasi Merah Putih di Kalteng Urus Izin Usaha Jasa Keuangan"Penilaiannya bukan hanya hiasannya, dekorasinya, tetapi juga transaksi (penjualan), jumlah pengunjung, serta kegiatan yang ada di masing-masing KKMP," jelasnya.Salah satu peserta dari KKMP Joglo, Agus, mengungkapkan bahwa bisnis usaha KKMP Joglo saat ini baru memiliki dua unit usaha, yaitu sayuran dan air mineral.Ia juga menyampaikan bahwa anggota KKMP Joglo saat ini terdiri dari pengurus RT/RW dan LPMK. "Alhamdulillah untuk operasional berjalan lancar, tidak ada kendala. Pendistribusian barang dan jasa berjalan lancar," tutupnya.
(prf/ega)
Kemenkop Sebut Seluruh Koperasi Merah Putih di Solo Sudah Terdaftar Simkopdes
2026-01-11 22:21:40
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:07
| 2026-01-11 21:11
| 2026-01-11 21:06
| 2026-01-11 20:37
| 2026-01-11 20:33










































