Direktur Sido Muncul Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Kebijakan Pemerintah soal PLTS Atap

2026-02-02 22:02:59
Direktur Sido Muncul Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Kebijakan Pemerintah soal PLTS Atap
nJAKARTA, - Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) Dr (HC) Irwan Hidayat menegaskan dukungan penuh perusahaan terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.Dukungan itu ia sampaikan sebagai bentuk respons terkait pemberitaan yang melibatkan Manager Energi dan Produksi Sido Muncul Iwan Setyo Wibowo.Irwan menjelaskan bahwa pernyataan Iwan Setyo Wibowo dalam forum yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan pemaparan tentang logika investasi dan insentif, bukan kritik terhadap pemerintah.Menurutnya, pemberitaan yang muncul merupakan penafsiran yang kurang tepat dari media."Kami selalu mendukung kebijakan pemerintah. Iwan hanya menjelaskan bahwa ketika insentif dikurangi, maka investasi di bidang PLTS kemungkinan akan berkurang. Itu logika yang masuk akal, bukan kritik," ujar Irwan saat memberikan pernyataan kepada awak media, termasuk Kompas.com, di Kantor Sido Muncul, Jakarta, Jumat .Baca juga: Program Smartani Antar Sido Muncul Jadi Peringkat Pertama Indonesias SDGs Action Awards 2025Irwan menegaskan bahwa Sido Muncul mendukung kebijakan apa pun yang dikeluarkan pemerintah, termasuk Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024 tentang PLTS Atap On-grid.Ia meyakini bahwa pemerintah memiliki pertimbangan dan alasan yang matang dalam setiap kebijakan yang diambil.Sebagai bukti komitmen terhadap lingkungan, Irwan menjelaskan bahwa Sido Muncul bahkan memilih menggunakan listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dengan skema Renewable Energy Certificate (REC) yang lebih mahal dibandingkan listrik konvensional.Menurutnya, pilihan tersebut murni untuk meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan."Kami memilih listrik yang lebih mahal demi lingkungan. Sejak 2023, kami menggunakan PLN Hijau, bukan yang konvensional. Kami tidak memilih yang murah, tapi memilih yang baik untuk lingkungan meskipun harganya lebih mahal. Ini merupakan bentuk dukungan kami," jelasnya.Baca juga: Direktur Sido Muncul: Produktivitas Perusahaan Tergantung pada Kebahagiaan PekerjaIrwan menambahkan, Sido Muncul juga sukses mencatat pencapaian luar biasa dalam penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT).Saat ini, 100 persen energi yang digunakan perusahaan berasal dari sumber terbarukan dengan komposisi 91 persen dari PLN melalui skema REC.Biomassa dari limbah ampas jamu menjadi kontributor terbesar dalam bauran energi Sido Muncul dengan porsi mencapai 61 persen. Sisanya berasal dari PLTS atap sekitar 4 persen, gas CNG 9,78 persen, dan solar hanya 1,5 persen."Kami menerapkan konsep zero waste. Limbah ampas jamu kami manfaatkan menjadi biomassa untuk energi. Kami tidak pernah membuang limbah," terang Irwan.Pencapaian paling membanggakan adalah penurunan emisi karbon sebesar 91 persen pada 2024 dibandingkan level 2021.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculAngka itu jauh melampaui target awal perusahaan yang hanya 14 persen. Dari pencapaian tersebut, 61 persen kontribusi berasal dari penggunaan biomassa sebagai sumber energi.Dok. Sido Muncul Progres pencapaian bauran EBT di Sido Muncul dari 2022.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 20:48