Mengapa Google Doodle Hari Ayah Nasional 2025 Bergambar Tumbuhan?

2026-02-04 21:23:57
Mengapa Google Doodle Hari Ayah Nasional 2025 Bergambar Tumbuhan?
- Di Hari Ayah Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November 2025, laman pencarian Google turut merayakan dengan menampilkan Google Doodle.Melalui "doodle" unik ini, Google pun mengajak pengguna untuk mengingat sosok ayah lewat pesan sederhana namun menyentuh.Pada tampilan halaman utama mesin pencarian, terdapat ilustrasi pohon dan tunas sederhana yang meliuk membentuk tulisan “Google” dengan gaya lukisan cat air.Sementara pada tampilan hasil pencarian, terdapat huruf “G” dari logo Google yang terlihat menumbuhkan tunas atau daun kecil.Baca juga: Asal Usul Tradisi Google Doodle, Keisengan Pendiri Google Saat CutiUniknya, justru tidak ada visual sosok ayah yang tergambar pada tampilan Google Doodle hari ini.Lantas, mengapa Google Doodle di Hari Ayah 2025 justru menggunakan tema tumbuhan?Dalam visual Google Doodle Hari Ayah 2025 ini, terdapat makna yang mendalam, yang menggambarkan tentang peran ayah.“This Doodle celebrates Father’s Day! Thank you to all of the dads who helped us grow (Doodle ini merayakan Hari Ayah! Terima kasih kepada semua ayah yang telah membantu kami tumbuh) ” tulis Google. Baca juga: Google Doodle Rayakan Kemerdekaan Indonesia 2025 dengan Pacu JalurSehingga, penggunaan visual tumbuhan pada Google Doodle Hari Ayah 2025 merepresentasikan peran ayah dalam membantu anak-anaknya tumbuh, memberi perlindungan, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan.Melalui visual ini, Google mengajak untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada semua ayah yang telah berperan membantu generasi baru tumbuh dengan cinta dan bimbingan.Hari Ayah Nasional diperingati oleh masyarakat Indonesia setiap tanggal 12 November.Hal ini berbeda dengan peringatan Father’s Day atau Hari Ayah internasional yang dirayakan pada setiap hari Minggu ketiga bulan Juni.Sejarah Hari Ayah Nasional dimulai dari Perkumpulan Putra Ibu dan Ayah (PPIP) di Surakarta yang menilai perlunya perayaan untuk menghargai peran ayah, layaknya perayaan Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember.PPIP lantas melakukan audiensi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surakarta untuk menyusun agenda peringatan Hari Ayah di Indonesia.Setelah dilakukan audiensi, PPIP menggelar deklarasi di Pendapa Gede Balai Kota Solo yang juga digelar pada saat yang sama oleh beberapa anggota PPIP lain di Maumere, Flores, dan Nusa Tenggara Timur.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-04 19:33