BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Selama Nataru 2025/2026, Ini Daftar Wilayahnya

2026-02-04 20:46:54
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Selama Nataru 2025/2026, Ini Daftar Wilayahnya
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat mengenai meningkatnya potensi cuaca ekstrem dan banjir rob menjelang hingga selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Peringatan ini disampaikan oleh Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Jakarta, Senin .BMKG menegaskan bahwa fenomena atmosfer dan laut pada Desember hingga awal Januari menunjukkan pola yang perlu diwaspadai, terutama di wilayah pesisir dan beberapa daerah di Sumatera serta Jawa.Baca juga: Prakiraan BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 9-10 Desember 2025Faisal menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem mulai meningkat pada 15 Desember dan diprakirakan berlangsung hingga 10 Januari.Pada pekan pertama, yaitu 15–22 Desember, sejumlah wilayah diprediksi mengalami hujan lebat hingga hujan petir."Ini adalah potensi hujan pada periode Nataru. Pada minggu 15 Desember hingga 22 Desember ini sebaran yang titik merah itu adalah lokasi hujan lebat hingga hujan petir, itu banyak terjadi di bagian selatan dari Sumatera, kemudian di sebagian terutama Barat dari Pulau Jawa," kata Faisal.Baca juga: BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem Selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026Pola cuaca ekstrem ini diperkirakan berlanjut pada periode 22–29 Desember, dengan intensitas hujan yang relatif sama dan terjadi di wilayah yang kurang lebih serupa.Faisal menegaskan bahwa fase paling krusial justru terjadi setelah Tahun Baru."Yakni periode 29 Desember hingga 10 Januari, di mana hampir seluruh daerah di Pulau Jawa ini berpotensi untuk mengalami hujan lebat hingga hujan petir," ujarnya.Baca juga: BMKG Ingatkan Hujan Sedang hingga Lebat Terjadi di Papua Selama Desember-Februari 2026Selain cuaca ekstrem, sejumlah daerah pesisir juga berpotensi mengalami banjir rob selama periode Nataru.Menurut Faisal, banjir rob dipengaruhi oleh fase perigee dan fenomena bulan purnama yang terjadi pada 4 Desember, serta bulan baru pada 20 Desember."Ini memicu kenaikan muka air laut yang dapat menyebabkan banjir rob, beberapa sudah diberitakan terjadi di Utara Jakarta," ucapnya.Baca juga: BMKG Ungkap Potensi Cuaca Buruk Ganggu Penerbangan-Pelayaran Saat Libur NatalBerikut Daftar Wilayah Banjir Rob:1. Periode 29 November – 3 Desember 20252. Periode 2 – 10 Desember 2025 (meluas)3. Periode 5 – 15 Desember 20254. Periode 6 – 12 Desember 2025Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG Petakan Wilayah Rawan Banjir Rob Desember Ini, Berikut Rinciannya".


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-04 20:18