SEMARANG, - Proyek Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, mengalami kendala dalam pelaksanaannya.Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan bahwa skema PSEL masih menghadapi tantangan, terutama terkait kerja sama regional di kawasan Semarang Raya."Awalnya diputuskan Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Tetapi Kabupaten Semarang masih menghitung anggaran karena ada dua beban pembiayaan, yakni biaya transportasi ke TPA Jatibarang dan biaya retribusi lintas daerah sesuai perda," ungkap Agustina pada Kamis .Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di TPA Jatibarang Semarang Ditarget Rampung 2027Agustina menambahkan bahwa Pemprov Jawa Tengah diharapkan dapat memberikan dukungan agar skema PSEL tetap dapat berjalan dengan menggabungkan Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.Ia menegaskan bahwa Kota Semarang tidak dapat mengikuti skema pembiayaan Danantara jika hanya berdiri sendiri, karena tidak memenuhi syarat volume sampah minimal.Baca juga: 850 Ton Sampah Masuk ke TPA Jatibarang Semarang Per Hari, Pengolahan Sampah Jadi Listrik DisiapkanDalam skema tersebut, kebutuhan sampah yang diperlukan mencapai sekitar 1.300 ton per hari, sementara kemampuan faktual Kota Semarang saat ini baru sekitar 800 ton per hari."Setelah menutup beberapa TPA liar, jumlahnya bisa naik sampai 1.100 ton per hari, tapi itu pun masih kurang. Kekurangannya harus ditutup oleh kabupaten lain," jelasnya.Selain menjalin kerja sama dengan Kabupaten Semarang, Pemerintah Kota Semarang juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak guna memenuhi kebutuhan pasokan sampah.Baca juga: Bukan Mangkrak, PLTSa Jatibarang Selesai Masa Operasional: Aset Dikembalikan ke Pemkot Semarang untuk Zona BuangHarapannya, semua investasi dapat ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Danantara, sementara daerah bertugas menyiapkan pasokan sampah sesuai skema yang ditetapkan."Kalau vendor sudah ditunjuk, operasionalnya baru bisa berjalan sekitar dua tahun kemudian. Selama masa itu, tugas kita adalah memastikan tidak ada open dumping dan tetap menjalankan sanitary landfill," tegasnya.Dengan adanya kendala ini, proyek PSEL diharapkan dapat segera menemukan solusi agar dapat beroperasi dan memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan sampah di Kota Semarang.
(prf/ega)
Proyek PSEL di TPA Jatibarang Semarang Masih Terkendala Volume Sampah
2026-01-12 06:52:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:48
| 2026-01-12 05:36
| 2026-01-12 05:14
| 2026-01-12 04:52
| 2026-01-12 04:39










































