Ditemukan 110 Ton Beras Oplosan di Lombok Timur, Oknum Bulog Diduga Terlibat

2026-01-12 07:14:56
Ditemukan 110 Ton Beras Oplosan di Lombok Timur, Oknum Bulog Diduga Terlibat
LOMBOK TIMUR, - Sebanyak 110 ton beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang diduga oplosan disita Satuan Tugas Pangan Polres Lombok Timur di wilayah Sikur, Lombok Timur."Kami berhasil ungkap 110 ton beras yang diduga oplosan ini disebuah gudang di Sikur, Lombok Timur," kata Kasat Reskrim Lombok Timur, AKP I Made Dharma Yulia, Kamis .Menurut Dharma, aparat menyita beras yang telah berada dalam kemasan karung dan disimpan di sebuah gudang.Baca juga: Terbongkar, Pabrik Beras Oplosan di Banten, Pemilik Jadi Tersangka, 94 Karung Premium Disita"Beras beras yang telah dikemas itu kami duga kuat tidak sesuai dengan peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomer 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Muru dan Label Beras, " kata Dharma.Dalam aturan tersebut mengatur ketentuan mengenai klasifikasi, persyaratan mutu, dan label yang wajib dicantumkan pada beras yang beredar di Indonesia."Ada kejanggalan yang kami lihat pada beras kemasan yang berada di gudang penyimpanan ini, kami juga menduga ada keterlibatan oknum Bulog dengan mitra Bulog dalam kasus ini, " kata Dharma lagi.Setelah penyitaan, aparat memasang garis polisi di gudang menyimpan beras oplosan itu.Baca juga: Polisi Gerebek Penggilingan Padi di Kalsel, 1 Ton Beras Oplosan Berlogo Bulog Disita"Kami juga sudah memeriksa sejumlah saksi untuk kami mintai keterangannya, dan dalam waktu dekat kita sudah bisa menetapkan tersangka atas kasus ini," tegas dia.Kasus beras oplosan ini sangat merugikan masyarakat, karena beras yang diberi label premium ternyata dioplos dengan beras kualitas rendah.Sebelumnya diberitakan, aparat Polda NTB atau Satgas Pangan Polda NTB pada 30 Juli 2025 menangkap oknum aparatur sipil negara (ASN) berinisial NA (40) asal Desa Ganti, Lombok Tengah yang diduga mengoplos beras dengan merek Beras Medium, Beraskita, dan SPHP palsu.Kala itu, NA menjual beras oplos di sejumlah wilayah di Pulau Lombok hingga Kota Mataram. Beras beras tersebut dioplos dengan menir kemudian dikemas ulang menggunakan merek resmi seolah olah produk Bulog.NA mengoplos beras di gudang miliknya di BTN Dasan Geres, Lombok Barat, polisi menyita 3.525 kilogram beras yang diduga oplosan serta 4.277 karung kemasan yang dipalsukan.


(prf/ega)