DEPOK, - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengusulkan Tole Iskandar, tokoh pejuang kemerdekaan asal Depok, untuk mendapat gelar pahlawan nasional.Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, usai Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Senin .Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan, Pemkot terus memberikan perhatian kepada keluarga para pahlawan dan pejuang daerah, termasuk melalui pengusulan gelar kehormatan bagi Tole Iskandar.“Pemkot Depok tengah mengusulkan almarhum Pak Tole Iskandar untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Semangat perjuangan dan pengorbanan beliau menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Supian, Senin, dikutip dari situs resmi Pemkot Depok.Menurut Supian, perjuangan Tole Iskandar memiliki makna penting bagi masyarakat Depok.Baca juga: Pemkot Depok Hapus Denda dan Beri Diskon PBB-P2 hingga Akhir TahunNilai pengabdian dan semangatnya dalam memperjuangkan kemerdekaan diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda."Perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti di masa lalu, tetapi harus terus dihidupkan melalui karya nyata dalam membangun kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga para pahlawan yang tetap setia menjaga semangat perjuangan."Terima kasih dan apresiasi yang tinggi untuk dukungan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Semangat ini menjadi teladan yang menyalakan cahaya pengabdian untuk kemajuan bangsa dan negara," tutupnya.Baca juga: Kolong Flyover Depok Baru: Ruang Hidup yang Terlupakan di Tengah KotaDiskominfo Depok Dokumentasi perjalanan Pahlawan Tole Iskandar saat ditetapkan menjadi nama jalan di Kota Depok.Tole Iskandar lahir di Ratujaya pada tahun 1925 dari pasangan Raden Samidi Darmoraharjo bin Adam dan Sukanti binti Raden Setjodiwirjo.Sejak muda, ia dikenal sebagai pemuda yang berjiwa patriotik dan kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan di Depok.Pada September 1945, tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan, Tole Iskandar memimpin Kelompok 21 atau Laskar Pemuda Depok, yang terdiri dari para pemuda serta mantan anggota Heiho dan PETA.Mereka menolak kembalinya penjajahan Belanda melalui pasukan NICA dan berjuang mempertahankan kemerdekaan di wilayah Depok dan sekitarnya.Baca juga: Margonda Depok Bakal Punya Nuansa Jepang, Tabebuya Pink Ditanam di Sepanjang JalanSalah satu kisah heroik yang dikenang masyarakat adalah keberhasilannya menembak jatuh pesawat patroli Belanda di langit Depok, peristiwa yang menjadi simbol keberanian warga setempat.Tole Iskandar gugur pada tahun 1947 dalam pertempuran di Cikasintu, Sukabumi, pada usia sekitar 25 tahun.Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dreded, Bogor.Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah mengabadikan namanya menjadi Jalan Tole Iskandar, salah satu ruas utama yang menghubungkan kawasan Jembatan Panus hingga Simpangan Depok Timur.Baca juga: Wacana Penyediaan Lahan Makam di Depok untuk Warga JakartaBagi masyarakat Depok, nama Tole Iskandar bukan sekadar penanda jalan, melainkan pengingat atas semangat perjuangan seorang anak muda yang mengorbankan hidupnya demi mempertahankan kemerdekaan bangsa.
(prf/ega)
Pemkot Depok Usulkan Tole Iskandar Dapat Gelar Pahlawan Nasional
2026-01-12 04:34:26
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 04:19
| 2026-01-12 03:08
| 2026-01-12 02:57










































