Kunjungan Wisata Jateng Tembus 53 Juta, Kota Lama Semarang Masih Jadi Primadona

2026-01-12 03:44:23
Kunjungan Wisata Jateng Tembus 53 Juta, Kota Lama Semarang Masih Jadi Primadona
SEMARANG, – Kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Jawa Tengah menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.Hingga periode Januari hingga Oktober 2025, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) tercatat mencapai 53 juta kunjungan, sementara wisatawan mancanegara (wisman) mencapai sekitar 500.000 orang.Angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir tahun.Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Syurya Deta Syafri, mengungkapkan bahwa sektor pariwisata di Jawa Tengah mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Jateng 2025 Naik 22 Persen“Total kunjungan tersebut merupakan akumulasi kedatangan wisatawan melalui berbagai moda transportasi, mulai dari bandar udara, pelabuhan, hingga stasiun kereta api,” kata Deta saat dikonfirmasi pada Selasa .Deta menambahkan bahwa capaian ini menegaskan daya tarik Jawa Tengah sebagai salah satu destinasi unggulan nasional.Berdasarkan data Disporapar Jawa Tengah, Kota Semarang menjadi daerah paling diminati dengan total 7,17 juta wisatawan.Tingginya angka tersebut didorong oleh keberadaan sejumlah destinasi unggulan seperti Kota Lama Semarang, Pantai Marina, dan Masjid Agung Jawa Tengah, serta dukungan infrastruktur dan aksesibilitas transportasi yang lengkap.Baca juga: Wayang Jogja Night Carnival Dibatalkan, Dinas Pariwisata Yakin Kunjungan Wisatawan Tak Akan TerpengaruhSelain Kota Semarang, daerah lain dengan kunjungan tertinggi berturut-turut adalah Klaten dengan 5,68 juta kunjungan, didominasi oleh daya tarik Candi Prambanan, dan Demak dengan 4,57 juta kunjungan yang kuat dengan wisata religi.Purbalingga mencatat 3,10 juta kunjungan, sedangkan Kudus mencatat 3,05 juta kunjungan, didorong oleh wisata heritage dan religi.Menurut daya tarik wisata, Kota Lama Semarang tercatat sebagai destinasi paling ramai dikunjungi dengan 2,97 juta wisatawan.Destinasi religi seperti Masjid Agung Demak diikuti dengan 2,05 juta pengunjung, Makam Sunan Kudus sebanyak 1,81 juta wisatawan, dan Makam Sunan Kalijaga mencapai 1,79 juta pengunjung sepanjang 2025.Deta menambahkan bahwa tingginya kunjungan wisatawan berdampak langsung terhadap kinerja ekonomi daerah.Hingga triwulan III 2025, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pariwisata Jawa Tengah tercatat mencapai 11,79 persen, tertinggi dibandingkan sektor usaha unggulan lainnya.Baca juga: Kades di Kabupaten Semarang Pusing Dana Desa Tak Cair: Masyarakat Sudah Protes“Kami mengapresiasi peran panitia event, komunitas kreatif, pelaku seni budaya, mitra perbankan, serta dunia usaha yang dinilai konsisten menghadirkan beragam event berkualitas di Jawa Tengah,” imbuhnya.Dia menilai kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan event menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan.Deta juga mendorong agar setiap event tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga mampu menonjolkan karakter dan kekhasan daerah masing-masing sebagai bagian dari strategi penguatan wisata budaya, religi, dan city tourism di Jawa Tengah.


(prf/ega)