Syarat, Cara Daftar Bintara PK TNI AU 2026 buat Lulusan SMA-SMK dan D3

2026-01-17 01:35:27
Syarat, Cara Daftar Bintara PK TNI AU 2026 buat Lulusan SMA-SMK dan D3
- Ingin menjadi tentara? Kini TNI Angkatan Udara (AU) resmi membuka pendaftaran Bintara Prajurit Karier (PK) Pria tahun anggaran 2026 Gelombang I.Kesempatan ini dibuka bagi putra-putra terbaik bangsa lulusan SMA dan D3 yang ingin mengabdikan diri kepada negara melalui jalur keprajuritan."Segera daftarkan diri Anda, negara dan bangsa menunggu darma baktimu," kata TNI AU dalam pengumuman resmi pendaftaran dikutip Minggu .Pendaftaran Bintara PK TNI AU 2026 ini dibuka sampai 31 Desember 2025 secara daring melalui situs resmi https://diajurit.tni-au.mil.id.Calon peserta dapat mengisi data dan mengunggah berkas sesuai ketentuan sebelum batas akhir pendaftaran pada 31 Desember 2025.Baca juga: UI Buka 141 Lowongan Dosen Tetap 2026, Fakultas Kedokteran Butuh BanyakSetelah itu, peserta wajib melakukan daftar ulang atau verifikasi di lanud yang ditetapkan sebagai Panitia Daerah (Panda).Pembukaan seleksi ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan personel TNI AU serta regenerasi prajurit yang dipersiapkan untuk menjawab tantangan pertahanan ke depan.TNI AU menegaskan seluruh proses penerimaan tidak dipungut biaya. Sehingga masyarakat diimbau berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan panitia seleksi.Calon peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan dasar rekruitmen bintara PK TNI AU 2026 sebagai berikut:1. Warga Negara Indonesia.2. Setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.3. Tidak memiliki catatan kriminal.4. Sehat jasmani dan rohani.5. Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan hingga dua tahun setelah lulus.6. Batas Usia Pendaftar


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-17 00:49