Wamenkes Benjamin Temui Pramono Anung, Bahas Penanggulangan TBC di Jakarta

2026-01-12 04:05:54
Wamenkes Benjamin Temui Pramono Anung, Bahas Penanggulangan TBC di Jakarta
JAKARTA, — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menerima kunjungan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus di Balai Kota Jakarta, Kamis .Pertemuan tersebut membahas langkah penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC) di Ibu Kota sekaligus memperkuat koordinasi dalam menurunkan kasus TBC di Indonesia.“Pemerintah DKI Jakarta bersyukur dengan Pak Wamenkes ini karena beliau sangat concern terhadap TBC, beliau memang ahli TBC. Kemarin beliau sudah turun ke lapangan bersama Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melihat, memotret bagaimana persoalan tentang TBC yang ada di Jakarta,” ujar Pramono.Sementara itu, Wamenkes Benjamin menegaskan, pemberantasan TBC menjadi salah satu dari delapan program prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.Baca juga: Pemprov DKI Perkuat Kampung Siaga TBC, Pengamat: Ini Langkah TepatProgram ini berjalan berdampingan dengan inisiatif pemberian makanan bergizi untuk menekan angka stunting.“Pemberantasan penyakit TBC di Indonesia, karena kita sekarang punya negara dengan nomor dua terbanyak penyakit TBC di dunia. Kita ada 10 persen penyakit TBC di dunia adanya di Indonesia,” ucap Benjamin.Untuk memperkuat upaya tersebut, pemerintah tengah menyiapkan revisi Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC.Revisi ini akan memperluas keterlibatan lembaga dari 15 menjadi 35 kementerian dan badan, termasuk TNI dan Polri.Benjamin menjelaskan, penanganan TBC tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada faktor penyebab seperti gizi buruk, rendahnya daya tahan tubuh, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.Baca juga: Mengintip Cara Kerja ETLE TMC Polda Metro, Kamera Pengintai Pelanggar Lalu Lintas di Jalan Arteri dan Tol“Tadi dengan Ibu Kadinkes sudah atur bagaimana obat harus ada, diagnosa harus ada, alat-alat dilengkapi, tapi itu gak cukup. Karena orang sakit TBC kan karena faktor gizi, karena daya tahan tubuh yang turun,” jelasnya.Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, jumlah kasus TBC di Indonesia meningkat setelah pandemi Covid-19.Pada tahun 2020 tercatat sekitar 700 ribu kasus, naik menjadi 850 ribu pada 2022, dan kini mencapai lebih dari 1 juta kasus.Dari jumlah tersebut, sekitar 700 ribu pasien sudah menjalani pengobatan.“Tahun ini kami targetkan 900 ribu pasien bisa diobati. Kasus yang ditemukan artinya bisa disembuhkan. Yang berbahaya itu kalau tidak ditemukan,” kata Benjamin.Baca juga: Wawalkot Tangsel: 4.000 Warga Terinfeksi TBCSementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebut Jakarta ditargetkan menemukan lebih dari 70 ribu kasus TBC pada 2025.


(prf/ega)