Banjir Masih Genangi Pantura Sayung Demak, Alternatif Kudus-Semarang Padat Merayap

2026-01-12 05:07:58
Banjir Masih Genangi Pantura Sayung Demak, Alternatif Kudus-Semarang Padat Merayap
DEMAK, - Banjir masih menggenangi pantura Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa malam.Kondisi ini mengakibatkan ketersendatan arus lalu lintas di kawasan tersebut dari kedua arah.Pantauan di lokasi pukul 17.30 WIB, genangan air mencapai ketinggian 60 sentimeter, dengan titik terparah di depan kawasan PT HIT, Desa Sriwulan.Ketersendatan juga terjadi di jalur alternatif Kudus-Semarang melalui Purwodadi.Anggota Satlantas Polres Demak, Briptu Lutfin, melaporkan kondisi jalan alternatif Kudus-Semarang dari Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, arus lalu lintas padat merayap imbas banjir Sayung dan perbaikan jalan di jalur tersebut.“Dari arah timur (Grobogan) menuju Semarang, terpantau padat merayap namun namun dapat tetap mengalir,” kata Lutfin, melalui pesan video, Rabu malam.Baca juga: Banjir Pantura Sayung Demak Capai 60 Sentimeter, 5 Pompa Dikerahkan Untuk arah sebaliknya diberlakukan rekayasa contraflow untuk mengurangi kemacetan.“Dari Semarang menuju Purwodadi dilaksanakan rekayasa contraflow, dikarenakan ada truk yang mengalami dua-dua,” ungkapnya.Ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dan menaati peraturan lalu lintas.“Kami selalu mengimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati serta mematuhi peraturan lalu lintas,” tutup Lutfin.Kasatlantas Polres Demak, AKP Thoriq Aziz, mengatakan, jalan alternatif untuk mobil Kudus-Semarang bisa melintas Kabupaten Grobogan atau jalur selatan.Rute jalur alternatif Kudus-Semarang yakni, Lingkar Demak–Wonosalam–Dempet–Godong–Gubug–Karangawen–Mranggen–Semarang.“Jalur ini relatif lebih aman dari genangan dan dapat menjadi alternatif untuk menghindari kemacetan panjang di jalur pantura,” kata Thoriq.Baca juga: Terjebak Macet 6 Jam di Pantura Semarang-Demak, Wisatawan: Saya Pikir Semarang Bersih Tanpa Banjir Ia juga meminta masyarakat selalu bersabar dan mengutamakan keselamatan saat melintas di jalan raya.“Kami harap masyarakat memahami kondisi ini dan mengutamakan keselamatan,” tutup Thoriq.


(prf/ega)