Miliaran HP Android Terancam Diretas, Cek Apakah Anda Termasuk

2026-02-03 22:58:52
Miliaran HP Android Terancam Diretas, Cek Apakah Anda Termasuk
Ringkasan berita: - Lebih dari satu miliar pengguna Android di seluruh dunia dilaporkan menghadapi risiko keamanan serius. Penyebabnya, banyak ponsel Android yang masih aktif digunakan ternyata sudah tidak lagi mendapatkan pembaruan sistem dan keamanan.Hal ini mungkin tidak disadari pengguna yang terlanjur nyaman dengan perangkat lawas mereka.Data GlobalStats dari perusahaan analitik StatCounter, menunjukkan bahwa per November 2025, hampir 35 persen pengguna Android global masih menjalankan Android 13 atau versi yang lebih lawas.Rinciannya, sekitar 14,99 persen perangkat masih menggunakan Android 13, lalu 10,88 persen menjalankan Android 12, dan 8,98 persen masih pakai HP Android 11.Jika ditotal, sebanyak 34,85 persen perangkat Android aktif masih menggunakan sistem operasi yang tergolong jadul.Baca juga: YouTuber Bongkar Isi HP Android Korea Utara, Menakutkan dan Bikin KagetAndroid 13 sendiri pertama kali dirilis pada 2022, sementara Android 12 meluncur pada 2021, dan Android 11 pada 2020. Saat ini, HP Android terbaru menjalankan sistem operasi Android 16 atau Android 15.Dengan estimasi jumlah pengguna Android global mencapai sekitar 3,9 miliar, maka ada sekitar 1,35 miliar perangkat Android yang berpotensi tidak lagi menerima patch keamanan dari Google.Angka ini masuk akal mengingat sebagian besar ponsel Android umumnya hanya mendapatkan dukungan upgrade sistem operasi selama 2-3 generasi saja.Kondisi tersebut membuat perangkat Android rentan terhadap berbagai celah keamanan. Perusahaan keamanan siber Zimperium mencatat, lebih dari 50 persen perangkat mobile setiap tahunnya menjalankan sistem operasi lawas, dan sebagian di antaranya sudah terinfeksi.Masalah ini makin serius karena pembaruan keamanan Android biasanya menambal puluhan hingga ratusan celah sekaligus.Sebagai contoh, pembaruan keamanan Android pada Desember lalu menutup 107 kerentanan. Pengguna ponsel yang sudah tidak lagi menerima update otomatis akan tetap menyimpan celah tersebut, sehingga berisiko menjadi sasaran pencurian data, kata sandi, hingga informasi pribadi.Baca juga: Peringatan FBI ke 10 Juta Pengguna Android, Jangan Akses Internet DuluSebagai perbandingan, StatCounter mencatat sekitar 90 persen iPhone aktif di dunia masih menerima dukungan software dari Apple. Artinya, hanya sekitar 10 persen perangkat iPhone yang sudah tidak lagi mendapat pembaruan, jauh lebih kecil dibanding Android.Perbedaan ini terjadi karena iPhone dikembangkan dan didistribusikan oleh satu perusahaan, sehingga pembaruan sistem bisa diberikan secara serentak dan lebih panjang.Sementara ekosistem Android melibatkan ratusan produsen ponsel dengan kebijakan pembaruan yang berbeda-beda. Ini membuat banyak perangkat berhenti mendapat update hanya dalam beberapa tahun.Jadi bagi pengguna Android, pakar keamanan menyarankan untuk memastikan perangkat masih menerima pembaruan rutin, menghindari instalasi aplikasi dari sumber tidak resmi, serta mempertimbangkan beli ponsel baru jika dukungan software telah berakhir, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari PhoneArena.Untuk memastikan apakah HP Android Anda termasuk yang berisiko atau tidak, bisa mengecek versi sistem operasi yang sedang dijalankan perangkat saat ini dengan cara:Apabila sistem operasi Android yang digunakan adalah Android 13 atau lebih lama, lakukan update jika perangkat masih kompatibel. Apabila tidak, maka Anda perlu mengganti perangkat dengan model lebih baru.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hotel bintang lima di Jakarta ini menawarkan promo bersantap malam (dinner) dan menginap spesial Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Tersedia promo buffet makan malam Natal 24 Desember 2025 dan Hari Natal 25 Desember 2025 dengan harga Rp 450.000 per orang.Ada menu family set dengan minimum jumlah lima orang tamu. Kami bisa buatkan family set dadri appetizer sampai dessert, kata Anton ketika ditemui Kompas.com usai acara Christmas Tree Lighting Ceremony di Hotel Sultan, Jumat malam.Baca juga: Pilihan Hotel Strategis di Malaysia, Bisa Jalan Kaki ke Bukit Bintang dan KLCCSelanjutnya, promo menginap di Hotel Sultan dibanderol mulai Rp 2,7 juta net per malam. Tarif ini berlaku untuk tipe kamar Deluxe dan sudah termasuk sarapan untuk dua orang.Bila ingin menikmati paket menginap, sarapan, dan Gala Dinner di Kudus Hall Hotel Sultan untuk dua orang, tamu perlu merogoh kocek sebesar Rp 3,8 jutaan per malam.Ada potongan harga 15 persen untuk tamu yang melakukan reservasi sebelum tanggal 16 Desember 2025. Setelah itu, harganya normal, pungkas AntonBagi pengunjung yang ingin bersantap malam sambil menghitung mundur kemeriahan malam tahun baru tanpa menginap, tersedia opsi Gala Dinner di Kudus Hall seharga Rp 750.000 net per orang.Baca juga: Deretan Hotel Peraih Michelin Key 2025 di Asia, Ada dari IndonesiaHotel Sultan atau The Sultan Hotel & Residence Jakarta termasuk hotel mewah pada zamannya. Hotel bintang lima ini berlokasi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.Anton menyebut, Hotel Sultan merupakan hotel terbesar di Jakarta dengan luas area sekitar 13,5 hektare. Saat ini, terdapat 708 kamar di Hotel Sultan dengan delapan tipe, yakni Deluxe Room, Grand Deluxe, Premiere Deluxe, Executive Room, Garden Suite, Garden Alcove, Lagoon Suite, dan Presidential Suite.Tarif menginap di Hotel Sultan berkisar Rp 1,4 jutaan per malam untuk Deluxe Room hingga Rp 125 jutaan per malam untuk tipe Presidential Suite dengan luas kamar 800 meter persegi.Selain kamar hotel, Hotel Sultan juga menawarkan akomodasi lain (residence) yang terdiri dari apartemen dengan dua dan tiga kamar.Tarifnya berkisar mulai Rp 2,8 jutaan per malam. Akomodasi ini dilengkapi dengan fasilitas berupa kolam renang dan pusat kebugaran terpisah dari hotel.Baca juga: Hotel di Garut Pemandangan 3 Gunung, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

| 2026-02-03 20:54