ACEH UTARA, – Sejumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Aceh Utara berharap suplai air bersih dari pemerintah dan relawan. Hingga Senin , sebanyak 69.020 pengungsi masih bertahan di 138 titik pengungsian yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.Senyum sumringah terlihat di wajah Rasidah (40), warga Desa Meurandeh Paya, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, saat melihat satu mobil tangki air bersih milik Palang Merah Indonesia (PMI) tiba di lokasi pengungsian.“Kalau tidak ada air bersih, kami tunggu air hujan. Sekarang hujan pun menakutkan bagi kami, takut banjir lagi,” kata Rasidah.Baca juga: 3 Pekan Berlalu, Permukiman Warga Aceh Tamiang Masih Gelap Gulita dan Dipenuhi LumpurOpsi lain yang dilakukan pengungsi adalah menyaring air sumur yang terendam banjir. Menurut Rasidah, rasa air tersebut bercampur antara tawar, asin, dan bau lumpur.“Saring pakai pasir dan kain, biar agar jernih sedikit. Tapi baunya tak bisa dihilangkan, itulah yang kami konsumsi,” terangnya.Sejumlah relawan bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai mendistribusikan air bersih secara berkala. Namun, keterbatasan bak penampungan berkapasitas besar membuat distribusi air belum optimal. Air sebanyak 5.000 liter dari mobil tangki harus dipindahkan ke ember kecil dan galon air mineral.“Kami tak punya uang buat beli tangki besar untuk tampung air dari relawan,” kata Rasidah.Sementara itu, Ketua PMI Aceh Utara, Tantawi, menyebutkan dua mobil tangki air dari PMI Pusat telah dikerahkan ke lokasi bencana.Ia mengatakan, tim relawan PMI telah mendistribusikan air bersih ke lokasi pengungsian di Desa Matang Tunong dan Keude Lapang, Kecamatan Lapang, serta Desa Meurandeh Paya, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara.“Kendala distribusi air, di lokasi tidak ada tangki penampungan dalam kapasitas besar. Sehingga butuh waktu dua jam buat membagi air 5.000 liter dari mobil ke ember-ember pengungsi,” terang Tantawi.Ia menyarankan relawan dan pihak terkait dapat menyediakan tangki air berkapasitas besar di lokasi pengungsian agar distribusi air bersih lebih efisien.“Kami siap distribusi air bersih. Dua mobil beroperasi 24 jam saat ini,” katanya.Hingga hari ini, sebanyak 69.020 pengungsi masih bertahan di 138 titik pengungsian yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, 163 orang dilaporkan meninggal dunia dan enam orang masih dalam pencarian.Kerusakan akibat banjir juga meluas. Sebanyak 12 daerah irigasi mengalami kerusakan, sementara delapan daerah irigasi tersier rusak diterjang banjir. Seluas 14.509 hektar sawah dipenuhi lumpur setinggi satu hingga dua meter dan tidak dapat digunakan.
(prf/ega)
Pengungsi Banjir Aceh Utara Bertahan dengan Air Sumur Asin dan Bau
2026-01-12 10:25:07
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:21
| 2026-01-12 09:46
| 2026-01-12 09:27
| 2026-01-12 09:23










































