Kemendagri: Pameran Inovasi Daerah Dorong Diseminasi dan Replikasi

2026-01-12 06:41:24
Kemendagri: Pameran Inovasi Daerah Dorong Diseminasi dan Replikasi
Jakarta - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan Pameran Inovasi Daerah Tahun 2025 dalam rangka menampilkan inovasi unggulan sekaligus mempercepat proses diseminasi dan replikasi antardaerah.Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan pameran yang dirangkaikan dalam kegiatan Innovative Government Award (IGA) 2025 merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran inovasi.“Pameran ini adalah kebutuhan untuk mendekatkan kepada seluruh pelaku inovasi dan pengambil kebijakan yang akan berinteraksi dengan peserta pameran untuk mengetahui secara langsung. Karena salah satu ciri dari inovasi itu adalah observability, yaitu bisa diamati apakah benar dapat dilaksanakan atau tidak," kata Yusharto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu seperti dilansir Antara.AdvertisementPameran itu digelar sebagai tindak lanjut dari komitmen pemerintah dalam mendorong inovasi daerah sebagaimana amanat berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional hingga Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.Kehadiran pameran tersebut juga menjadi sarana penting untuk mempercepat penyebaran praktik inovasi yang telah terbukti berhasil serta membuka peluang bagi daerah lain untuk mempelajari, mengadaptasi, dan melakukan replikasi inovasi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing.Pameran yang berlangsung pada 8-10 Desember 2025 menghadirkan 54 peserta yang terdiri atas pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga mitra, hingga pelaku sektor swasta yang berkontribusi dalam pengembangan ekosistem inovasi.Mulai dari Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Pijar Foundation, KOSSO Nippon, BOLT, Bank Syariah Indonesia hingga berbagai pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi menampilkan inovasi terbaik mereka.Keberagaman peserta ini menjadi gambaran nyata bahwa ekosistem inovasi dibangun melalui kolaborasi lintas sektor sebagaimana ditekankan dalam penyelenggaraan IGA 2025.Yusharto menjelaskan pameran itu juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan inovasi digital dan non-digital secara langsung."Terutama untuk inovasi digital, ini akan dipresentasikan secara langsung oleh para pelaku inovasi untuk menunjukkan bahwa inovasi itu bisa diterapkan atau bisa dijalankan seluruh aplikasi yang digagas oleh para inovator," ujarnya.Selama pelaksanaan, setiap peserta memanfaatkan ruang pameran untuk memperkenalkan inovasi yang dinilai telah memberi dampak signifikan di daerah. Para pengunjung yang terdiri dari delegasi pemerintah daerah, peneliti, mitra pembangunan, hingga praktisi media dapat berdiskusi langsung dengan petugas booth sehingga proses pertukaran informasi terjadi secara lebih intensif dan konstruktif.Sementara itu, ia juga menekankan pameran tersebut menjadi medium penting dalam tahapan observability, yaitu kemampuan inovasi untuk diamati sehingga mempermudah proses replikasi.“Lewat proses observability ini, saya harapkan akan terjadi proses realifikasi. Program seperti ini, ya saya juga butuh untuk bisa diterapkan di daerah saya atau membantu masyarakat saya," jelasnya. 


(prf/ega)