Megawati Instruksikan Pembangunan Dapur Umum di Lokasi Bencana Sumatera

2026-02-02 04:09:24
Megawati Instruksikan Pembangunan Dapur Umum di Lokasi Bencana Sumatera
JAKARTA, – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), tim medis, serta bantuan kemanusiaan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera.Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, pengerahan tersebut merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.Salah satu fokus utama Baguna adalah menyediakan dapur umum yang dapat dimanfaatkan seluruh warga terdampak tanpa membedakan latar belakang apa pun.Baca juga: Eks Wamenaker Noel hingga Rudi Ong Rayakan Natal di Rutan KPK“Siapa pun yang terkena dampak, siapa pun yang butuh makan, dipersilakan untuk makan. Ini tidak ada urusan partai, ini adalah murni urusan kemanusiaan,” kata Hasto mengutip arahan Megawati, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis .Pernyataan tersebut disampaikan Hasto di sela-sela penyampaian ucapan Selamat Natal 2025 kepada seluruh umat Kristiani yang merayakannya.Menurut Hasto, perayaan Natal tahun ini berlangsung dalam suasana yang berbeda karena diwarnai bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera serta beberapa wilayah lain di Indonesia. Bencana tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda.“Perayaan Natal DPP PDI Perjuangan akan dilakukan di Tapanuli Tengah. Natal itu keberpihakan, termasuk mereka yang sedang susah akibat bencana alam,” kata Hasto.Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memanjatkan doa bagi masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.Hasto menyebut, bencana yang tengah dihadapi dapat dimaknai sebagai ujian yang memperkuat iman serta kesabaran dalam menghadapi cobaan.Baca juga: Kardinal Suharyo Sebut Uang dan Keserakahan Jadi “Berhala Baru” di Kehidupan Modern“Mari kita jadikan momentum Natal ini untuk berbela rasa, melakukan langkah kongkrit membantu korban bencana, sambil menggelorakan harapan dengan bergotong royong dan mempercepat rehabilitasi seluruh fasilitas fisik,” ucap Hasto.Belajar dari rangkaian bencana alam sepanjang 2025, Hasto menilai para pemimpin di tingkat pusat maupun daerah perlu terus menunjukkan kepedulian dan komitmen dalam merawat pertiwi serta menjaga kelestarian alam demi kesejahteraan bersama.“Natal adalah awal karya penyelamatan. Merawat pertiwi dengan menjaga hutan, menjaga sungai dan mata air, serta gerakan penghijauan juga bagian dari karya penyelamatan. Sebab alam raya dan manusia adalah satu kesatuan. Semua harus dalam keseimbangan,” jelas Hasto.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-02 02:28