Ibadah Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Selesai, Berjalan Aman dan Lancar

2026-01-15 07:53:38
Ibadah Misa Natal 2025 di Gereja Katedral Selesai, Berjalan Aman dan Lancar
Prosesi ibadah misa Natal 2025 di gereja Katedral, Jakarta Pusat, selesai dilaksanakan dalam empat sesi hari ini. Ibadah misa natal yang berjalan sejak pagi hingga malam hari ini pun terlaksana dengan aman dan lancar."Puji Tuhan akhirnya terlaksana seluruh rakaian misa hari Natal. Dari sejak malam Natal, kemudian hari Natal pada hari ini, berjalan lancar," ujar Humas Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie kepada wartawan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis (25/12/2025).Susy menyebut semua proses ibadah para umat berjalan lancar meskipun hujan deras dan angin kencang sempat menguyur serta menerpa titik lokasi ibadah misa natal yang berada di bagian luar gereja.Dia menyampaikan, jumlah umat yang datang pun begitu banyak dari empat sesi ibadah misa Natal yang terselenggara hari ini. Malahan, kata dia, untuk misa malam Natal kemarin, jumlah umat yang datang melebihi kapasitas Gereja Katedral."(Jumlah jemaat yang hadir) sesuai sih dengan ekspektasi kami. Bahkan, tampungan daya 5 ribu itu ternyata malah kurang untuk pukul 17.00 WIB malam Natal. Jadi ini juga nanti akan bisa dievaluasi bagi kami semua," ungkap Susy.Susy menjelaskan, pada misa pontifikal pagi tadi, jumlah jemaat yang hadir berkisar 3.500 jemaat. Sementara, pada sesi kedua dan ketiga jumlahnya jika ditotal juga mencapai 3.500 jemaat."Kemudian terakhir di pukul 18.00 WIB ini yang tidak terduga. Karena ternyata kurang lebih sekitar 2.000, karena mengenai gereja Plaza Maria, Graha Pemuda Lantai 1 dan 4 dan Kapel Lantai 2. Jadi kurang lebih sekitar 2.000 sampai 2.500 umat sekitar itu," kata dia."Semuanya tetap berjalan dengan lancar dan umat juga mengikuti arahan-arahan dan sehingga mereka pun bisa menuntaskan misa sampai selesai," imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-15 06:28