Tema Natal GPIB Immanuel Jakarta, Refleksi Positif bagi Korban Bencana

2026-01-30 10:02:56
Tema Natal GPIB Immanuel Jakarta, Refleksi Positif bagi Korban Bencana
JAKARTA, – Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta mengangkat tema Natal 2025 “Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan” sebagai refleksi atas berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.Gereja yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, ini menilai tema tersebut relevan dengan kondisi bangsa yang tengah menghadapi banyak cobaan, mulai dari bencana di Sumatera hingga Jawa Timur."Ini bisa jadi refleksi kondisi bencana yang terjadi di Sumatera, bukan Sumatera aja, di Jawa Timur juga ada," tutur Ketua V Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GPIB Immanuel Jakarta, Steve Loupatty, saat ditemui di lokasi, Kamis .Baca juga: Kardinal Suharyo Soroti Ketidakadilan hingga Korupsi dalam Pesan Natal 2025Steve menjelaskan, tema “Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan” merupakan tema sentral yang ditetapkan oleh GPIB pusat dan digunakan secara nasional oleh seluruh jemaat GPIB.Menurut dia, tema tersebut dipilih karena selaras dengan situasi dan perkembangan bangsa yang dinilai sedang tidak baik-baik saja akibat maraknya bencana alam dalam beberapa waktu terakhir.Oleh karena itu, tema Natal 2025 diharapkan dapat menjadi refleksi sekaligus penguatan iman, terutama bagi para korban bencana agar tidak larut dalam keputusasaan."Tema yang diusung menggambarkan Tuhan atau Allah akan memulihkan kehidupan semua orang tidak memandang suku, agama, ras, jadi sangat nasionalis dan sangat humanis," sambung Steve.Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, Steve mengatakan bahwa GPIB telah menggalang donasi bagi korban bencana sejak sekitar satu bulan terakhir.Tidak hanya mengumpulkan bantuan, GPIB juga telah turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana untuk menyalurkan bantuan yang berhasil dihimpun dari jemaat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-01-30 09:38