Cerita dari Sekolah Rakyat di Samarinda: Printer Pinjam, Air Sulit Murid Mandi di Masjid

2026-01-17 03:31:52
Cerita dari Sekolah Rakyat di Samarinda: Printer Pinjam, Air Sulit Murid Mandi di Masjid
SAMARINDA, — Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Samarinda sudah berjalan sekitar sebulan lebih. Meski begitu, sekolah ini masih perlu berbagai fasilitas penunjang. Masalah air bersih juga menjadi kendala rutin di sini.Sekolah ini menjadi tempat belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58, Rabiatul Adawiyah mengatakan, sejak mulai beroperasi sekitar sebulan, banyak tantangan yang harus dihadapi.Di antaranya adalah fasilitas belajar masih terbatas. Begitu pula sarana penunjang lain seperti ruang bermain dan olahraga.Baca juga: Pedagang Ikan di Samarinda Keluhkan Maraknya Uang Palsu, Uang Luntur saat Terkena Air“Halaman bermain anak masih kurang, fasilitas olahraga belum ada. Perpustakaan, UKS, dan musala juga belum tersedia,” kata Rabiatul saat ditemui di Samarinda, Rabu .Untuk menjalankan kegiatan belajar, pihak sekolah memanfaatkan perlengkapan seadanya.Printer dan proyektor yang digunakan masih pinjaman dari sekolah lain.“Sudah satu bulan setengah kami berjalan dengan fasilitas seadanya. Printer dan proyektor kami pinjam, semoga tidak cepat ditarik,” ujarnya.Posisi sekolah ini berada di ujung jaringan. Hal ini membuat aliran air sering terhenti lebih dulu dibanding kawasan lain.“Kalau air mati, di tempat lain masih mengalir. Kami sangat membutuhkan bantuan tandon air supaya bisa menampung air saat mati,” katanya.Tantangan lain juga datang dari kondisi siswa yang beragam.Baca juga: Polisi Ditemukan Tewas Tergantung di Asrama Polresta SamarindaBeberapa anak masih terlalu muda, sementara ada pula yang memiliki masalah kesehatan seperti mag akut.“Salah makan sedikit bisa kambuh. Kadang kami harus membawa mereka ke rumah sakit,” ujarnya.Salah satu siswa, Asdar (17), mengatakan bahwa kegiatan belajar berjalan meski masih banyak kekurangan.“Yang belum ada itu alat tulis, seragam, buku bacaan, sama perpustakaan. Kalau olahraga, kami main bola di lapangan upacara saja,” katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-17 01:31