Diduga Ingin Kabur, Brasil Penjarakan Mantan Presiden Bolsonaro

2026-01-16 18:41:57
Diduga Ingin Kabur, Brasil Penjarakan Mantan Presiden Bolsonaro
Panel beranggotakan empat hakim Agung Brasil bulat suara menguatkan keputusan untuk menahan mantan Presiden Jair Bolsonaro, Senin (24/11) kemarin. Putusan itu datang hanya dua hari setelah Bolsonaro dicokok aparat karena merusak gelang pemantau elektronik yang melekat di pergelangan kakinya.Hakim Alexandre de Moraes terlebih dahulu memerintahkan penahanan pada Sabtu (22/11), dengan alasan kekhawatiran bahwa Bolsonaro berpotensi melarikan diri jika tetap diberi kelonggaran menjalani tahanan rumah. Sejak divonis 27 tahun penjara atas dakwaan merencanakan kudeta yang gagal, Bolsonaro diizinkan menetap di kediaman pribadi selama menanti putusan banding.Pada hari Senin, tiga hakim lain—Flavio Dino, Cristiano Zanin, dan Carmen Lucia—menyatakan sependapat dengan Moraes.Otoritas Brasil menyebut mantan presiden sayap kanan itu berusaha melelehkan gelang pemantau elektronik di kakinya dengan solder panas. De Moraes, dalam putusan yang dipublikasikan Senin, menyatakan Bolsonaro "secara sadar dan sengaja" merusak perangkat pemantauan tersebut.Dia juga menyinggung "indikasi sangat serius" mengenai kemungkinan upaya pelarian, merujuk pada acara vigil yang digelar putra Bolsonaro di depan rumah sang ayah pada Sabtu, tak jauh dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.Lokasi rumah—yang berdekatan dengan perwakilan diplomatik AS—ditambah hubungan dekat Bolsonaro dengan Donald Trump, menurut Moraes, semakin menguatkan kekhawatiran bahwa sang mantan presiden mungkin hendak menyeberang ke kedutaan untuk meminta suaka politik.Dalam pemeriksaan pada Minggu, Bolsonaro mengaku mengalami paranoia akibat obat yang dikonsumsinya sejak Jumat hingga Sabtu. Kondisi itu, kata dia, membuatnya menyolder gelang elektronik tersebut. "Saya tak berniat melarikan diri," ujarnya.Kantor berita Prancis AFP mengutip pernyataan Bolsonaro dalam video kesaksian yang dirilis pengadilan. Di sana, dia disebut menyatakan bahwa aksinya semata didorong "rasa penasaran."Vonis terhadap Bolsonaro dijatuhkan September lalu. Ia dinyatakan bersalah merancang upaya membatalkan hasil pemilu 2022 yang memenangkan kembali presiden petahana dari kubu kiri, Luiz Inacio Lula da Silva.Artikel ini pertama kali terbit dalam Bahasa Inggris Diadaptasi oleh Rizki Nugraha Editor: Yuniman FaridLihat juga Video: Eks Presiden Brasil Bolsonaro Divonis 27 Tahun Bui Terkait Kudeta[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-16 18:02