Robert Kiyosaki Jual Bitcoin Saat Harga Turun, Alihkan Investasi ke Bisnis

2026-02-01 21:20:56
Robert Kiyosaki Jual Bitcoin Saat Harga Turun, Alihkan Investasi ke Bisnis
- Penurunan harga Bitcoin (BTC) sepanjang November 2025 kembali menguji para investor aset kripto. Namun, di tengah penurunan tersebut, penulis Rich Dad Poor Dad dan investor Robert Kiyosaki memilih menjual sebagian kepemilikan Bitcoin miliknya.Kiyosaki mengungkapkan bahwa ia menjual Bitcoin senilai 2,25 juta dollar AS, atau setara sekitar 90.000 dollar AS per BTC.Ia menyampaikan langkah tersebut sebagai bagian dari strategi untuk mengalihkan keuntungan aset ke investasi bisnis yang menghasilkan pendapatan rutin.Tokoh keuangan ini menyebutkan, Bitcoin yang dijualnya merupakan aset yang dibeli beberapa tahun lalu ketika harga masih sekitar 6.000 dollar AS per BTC.Baca juga: Bitcoin Anjlok Tajam, Peringatan The Fed Picu Kekhawatiran Crash BaruDilansir dari The Street, Sabtu , Kiyosaki mengatakan, dana hasil penjualan Bitcoin tersebut digunakan untuk membeli dua pusat bedah (surgery centers) serta bisnis billboard.Investasi ini, kata dia, diproyeksikan menghasilkan arus kas bebas pajak sekitar 27.500 dollar AS per bulan, mulai Februari 2026.“Saya tetap bullish dan optimistis terhadap Bitcoin dan akan mulai membeli lagi menggunakan arus kas positif saya,” ujarnya.Robert Kiyosaki selama ini dikenal mendorong investasi berbasis arus kas, yang menurutnya lebih tahan krisis dibanding sekadar menunggu apresiasi harga aset.Baca juga: Harga Bitcoin Turun Lagi ke Level Terendah, Apa Sebabnya?Perubahan sikap ini cukup mencolok. Beberapa hari sebelumnya, Kiyosaki menyatakan bahwa ia tidak akan menjual Bitcoin karena yakin pasar sedang menghadapi pecahnya “gelembung segalanya” dan krisis likuiditas global.Namun, kini ia menyebut bahwa reinvestasi ke bisnis berimbal hasil tinggi tetap sejalan dengan prinsip yang telah ia ajarkan selama puluhan tahun. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut bukan untuk diikuti oleh semua orang.“Saya tidak mengatakan rencana saya harus menjadi rencana Anda. Warren Buffet akan menganggap rencana saya lambat dan bodoh. Warren punya rencananya sendiri… begitu juga dengan Donald Trump,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa keterbukaan penting baginya meski penasihatnya menyarankan agar langkah tersebut tidak diumumkan ke publik.Baca juga: Harga Bitcoin Terjun, Binance Soroti Fase Risk-Off GlobalAksi Kiyosaki dilakukan di tengah kondisi pasar yang sedang memasuki fase tekanan. Harga Bitcoin sempat turun ke sekitar 80.537 dollar AS sebelum pulih ke kisaran 84.000 dollar AS.Indeks Crypto Fear & Greed menunjukkan tingkat ketakutan ekstrem dengan skor 11, level terendah dalam beberapa tahun terakhir.Penurunan ini terjadi setelah Bitcoin anjlok lebih dari 33 persen dari harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di atas 126.000 dollar AS pada Oktober lalu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-01 19:27