Perut Bengkak dan Kesulitan Napas, Warga Pedalaman Mamuju Harus Ditandu 17 Km untuk Sampai Puskesmas

2026-02-05 10:35:48
Perut Bengkak dan Kesulitan Napas, Warga Pedalaman Mamuju Harus Ditandu 17 Km untuk Sampai Puskesmas
MAJENE, – Seorang warga pedalaman di Desa Bela, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang mengalami perut membengkak dan kesulitan bernapas terpaksa ditandu sejauh 17 kilometer untuk sampai ke puskesmas terdekat.Pasien bernama Amiluddin alias Papa' Ku'ni (54) ditandu warga secara bergantian selama lebih dari 5 jam menuju Puskesmas Tapalang.Warga harus menembus jalur terjal, licin, dan menyeberangi sungai yang rawan meluap saat hujan.Baca juga: Ibu Hamil di Cianjur Ditandu Warga Lewati Jalan Rusak demi MelahirkanKeluarga pasien, Adi Wijaya, menjelaskan Amiluddin awalnya hanya mengeluh sakit perut.Namun, perutnya terus membengkak hingga membuatnya sesak dan kesulitan bernapas, sehingga keluarga memutuskan membawanya ke fasilitas medis.Adi mengatakan penjemputan dimulai pukul 07.00 WITA dan tiba di puskesmas sekitar pukul 12.00 WITA karena akses jalan rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan.“Keluarga meninggalkan kampung halaman sekitar pukul 7.00 WITA, dan baru sampai sekitar pukul 12 lewat. Untuk sampai ke puskesmas warga harus berjalan kaki sambil menandu pasien secara bergantian sambil menerabas pegunungan terjal sungai yang arusnya deras,” kata Adi Wijaya, Rabu .Sesampainya di puskesmas, Amiluddin dirujuk ke Rumah Sakit Regional Sulbar karena fasilitas puskesmas tidak memadai untuk menangani kondisinya.Adi berharap pemerintah memperbaiki akses jalan agar kendaraan, terutama roda empat, bisa mencapai Desa Bela dan Kopeang, sehingga kejadian serupa tidak terulang. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-02-05 09:39