Diam-diam ke Jakarta, Begini Cara Gus Fawait Memperjuangkan Jember

2026-01-12 17:26:12
Diam-diam ke Jakarta, Begini Cara Gus Fawait Memperjuangkan Jember
JEMBER, - Bupati Jember Muhammad Fawait punya ritual yang tak banyak diketahui publik.Hampir setiap pekan, diam-diam ia terbang ke Jakarta, membawa setumpuk data dan daftar kebutuhan mendesak rakyat di Kabupaten Jember.Semua dilakukan untuk satu tujuan, memastikan rakyat Jember tidak tertinggal dalam arus pembangunan nasional.“Saya hampir tiap minggu (ke Jakarta). Saya sampaikan kepada tim kami, saya harus menyuarakan kepada pemerintah pusat kondisi yang sebenarnya," ungkap Fawait kepada Tim Ekspedisi Nusaraya Kompas.com usai rangkaian program Guse Menyapa di Kecamatan Bangsalsari, Senin .Baca juga: Gus Fawait Buat Saluran Wadul Gus’e, Warga Jember Bisa Mengadu Langsung ke BupatiLangkah agresif pria yang akrab disapa Gus Fawait ini bukan tanpa alasan. Jember menghadapi sederet persoalan berat. Mulai dari kemiskinan ekstrem, konektivitas jalan yang belum memadai, hingga fasilitas pendidikan, dan pertanian yang tidak bisa dikerjakan pemerintah kabupaten sendiri, melainkan juga mesti ada campur tangan pemerintah pusat.Baca juga: Gus Fawait Buka-bukaan soal Data Kemiskinan Ekstrem di Jember: Kami Ingin Entaskan!Karena itu, setiap kali ke Ibu Kota, Fawait tidak datang dengan tangan kosong.Gus Fawait selalu membawa daftar prioritas yang telah ia kumpulkan dari keliling desa hingga malam hari, baik itu lewat program Guse Menyapa maupun Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku)."Saya sampaikan kondisi yang sebenarnya. Kami berharap pemerintah pusat bisa membantu kami dan Alhamdulillah perhatian dari pemerintah pusat sudah mulai banyak," tutur dia.Gus Fawait mengaku mendorong beberapa program utama agar masuk ke Jember.Sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur, yakni 2,6 juta, ada banyak persoalan yang perlu mendapatkan intervensi pusat. Perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan, termasuk akses yang menghubungkan Jember ke jaringan tol misalnya.


(prf/ega)