Mobil Hybrid Disebut Paling Ideal untuk Indonesia, Ini Alasannya

2026-01-12 06:16:52
Mobil Hybrid Disebut Paling Ideal untuk Indonesia, Ini Alasannya
JAKARTA, - Teknologi kendaraan ramah lingkungan semakin berkembang, namun tidak semua inovasi langsung cocok diterapkan di Indonesia.Di tengah dorongan adopsi kendaraan listrik murni (EV), teknologi hybrid dinilai menjadi solusi yang paling realistis bagi konsumen Tanah Air.Baca juga: Pilihan Helm SNI yang Cocok untuk HarianSelain efisiensi bahan bakar, hybrid menawarkan kenyamanan penggunaan harian tanpa kekhawatiran soal ketersediaan infrastruktur pengecasan.Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, banyak konsumen yang datang ke bengkel mengeluhkan aspek praktis dari penggunaan mobil listrik penuh. Mereka masih mempertimbangkan durasi pengisian baterai, jarak tempuh, hingga kesiapan infrastruktur di kota kecil.“Hybrid itu menjembatani kebutuhan kita sekarang. Hemat, enak dipakai, dan nggak perlu drama charging yang belum tentu tersedia di semua daerah,” katanya kepada Kompas.com, Senin .Lung Lung menjelaskan bahwa teknologi hybrid memungkinkan pengguna mendapatkan efisiensi tinggi berkat kerja sama antara motor listrik dan mesin bensin, tanpa mengubah kebiasaan berkendara.Pengemudi tidak perlu mencari stasiun pengecasan atau mengecek persentase baterai secara berkala, karena baterai hybrid mengisi sendiri melalui mesin dan sistem pengereman regeneratif.Ia menyebut, banyak pemilik mobil harian merasa lebih aman dengan hybrid karena tidak ada kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan luar kota. Situasi ini berbeda dengan EV yang masih sangat bergantung pada lokasi charging station.Dok. HPM Pengiriman kloter pertama All New Honda CR-V RS e: HEV alias All New CR-V Hybrid ke konsumenDalam konteks Indonesia yang memiliki wilayah luas dan infrastruktur belum merata, teknologi hybrid dianggap lebih pas untuk mobilitas masyarakat.Dari sisi perawatan, Lung Lung menilai hybrid juga relatif mudah dan tidak menimbulkan biaya tambahan signifikan. Sebagian besar komponen utama tetap sama dengan mobil bensin konvensional, sehingga teknisi dan mekanik di berbagai daerah lebih siap menangani. Hal ini berbeda dengan EV yang membutuhkan kesiapsiagaan teknisi khusus dan alat servis berstandar tinggi.Kombinasi antara efisiensi konsumsi bahan bakar, performa yang tetap responsif, serta kemudahan penggunaan membuat hybrid semakin populer di kalangan konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tanpa kerepotan teknis.Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy juga mengamini hal yang sama. Namun pihaknya akan terus mengikuti perubahan dan kebutuhan konsumen.“Untuk Indonesia, teknologi hybrid menjadi fokus kami karena paling realistis digunakan saat ini. Namun Honda akan terus mengembangkan dan menghadirkan berbagai pilihan elektrifikasi lainnya sesuai perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen,” ujarnya kepada Kompas.com.Baca juga: Operasi Zebra Progo 2025 di Yogyakarta: Ini Daftar Pelanggaran dan Besaran DendanyaDengan kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya mendukung kendaraan listrik penuh, hybrid diprediksi akan menjadi pilihan utama beberapa tahun ke depan bagi pembeli mobil Indonesia.


(prf/ega)