Infografis 130 Narapidana Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan

2026-02-05 01:48:44
Infografis 130 Narapidana Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan
Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) kembali memindahkan warga binaan berisiko tinggi ke Pulau Nusakambangan.Kali ini, sebanyak 130 narapidana kategori high risk dipindahkan ke sejumlah lapas super maximum dan maximum security.Maka dengan pemindahan tersebut, total narapidana atau warga binaan high risk dari berbagai daerah di Indonesia yang telah dipindahkan ke Nusakambangan sepanjang tahun ini mencapai 1.882 orang.Advertisement"Sampai dengan menjelang tutup tahun ini total sudah 1.882 warga binaan high risk seluruh Indonesia kami pindahkan ke Nusakambangan," ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi dalam keterangannya, Minggu 28 Desember 2025.Tujuan pemindahan tersebut menurut Mashudi di antaranya adalah sebagai bagian dari upaya menekan gangguan keamanan dan ketertiban di dalam lapas dan rumah tahanan."Salah satunya bertujuan untuk men-zero-kan gangguan keamanan dan ketertiban, juga merupakan wujud penerapan pembinaan dan pengamanan sesuai dengan tingkat risiko," ucap Mashudi.Proses pemindahan pun dilakukan dengan pengawalan ketat. Direktorat Pengamanan dan Intelijen Ditjen Pemasyarakatan turun langsung bersama petugas pemasyarakatan, Patroli Jalan Raya, serta Brimob.Setelah tiba di Nusakambangan, para warga binaan langsung menjalani prosedur penerimaan sesuai standar operasional (SOP), termasuk pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan administrasi.Lantas, seperti apakah pemindahan narapidana atau warga binaan high risk dari berbagai daerah ke Pulau Nusakambangan tersebut? Berasal dari mana sajakah? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam hitungan tak sampai lima menit, Gemini langsung menyusun kolase dengan komposisi rapi, sentuhan artistik otomatis, dan kualitas gambar yang tetap tajam.Sepengalaman saya, hasil kolase buatan Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual. Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, serta tone warna konsisten dan masih bisa diubah sesuai selera.Hal ini membuat pengguna yang tidak punya kemampuan desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik dan layak dipamerkan.Berikut contoh hasil collage foto konser Raisa yang di-generate langsung dari Gemini 3 Flash Nano Banana:/ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Hasil collage concert dump Raisa dibikin pakai Gemini AI di Samsung S25 Ultra./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa./ Galuh Putri Riyanto pakai Gemini AI Gemini AI bisa menyulap foto biasa jadi foto sinematik dengan background panggung konser Raisa.9to5google Tampilan Google Gemini 3 Flash. Google rilis Gemini 3 Flash.Menurut saya, hasil kolase yang dibuat Gemini terlihat lebih “niat” dan profesional dibanding kolase manual.Transisi antar foto terasa halus, penempatan elemen visual seimbang, dan tone warna konsisten dan bisa diubah sesuai selera. Ini membuat pengguna yang tidak punya skill desain sekalipun tetap bisa menghasilkan Instagram Story yang estetik.Hasil editan yang rapi ini berkat Gemini 3 Flash yang baru saja dirilis pada pertengahan Desember lalu. Model AI penerus Gemini 2.5 Flash ini disebut memiliki performa nyaris setara Gemini 3 Pro, tetapi dengan kecepatan lebih tinggi dan biaya penggunaan yang lebih murah.Model Gemini berlabel “Flash” dirancang untuk respons cepat. Jadi tak heran, saat men-generate hasil foto collage rekap konser Raisa, pengguna bisa mendapatkan hasilnya dalam hitungan beberapa menit saja. Hasilnya pun tetap rapi.

| 2026-02-04 23:49