- Tim Jejaring Keamanan Pangan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melakukan pengecekan keamanan pangan di pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Salatiga, Selasa .Dalam kegiatan itu tim melakukan uji cepat (rapid test) terhadap berbagai komoditas pangan yang dijual, meliputi uji pestisida pada buah dan sayuran, uji formalin dan boraks pada ikan, daging, dan tahu, serta uji pewarna berbahaya pada produk olahan pangan.Dilansir dari Kompas.com, Selasa , dari hasil pengecekan didapatkan seluruh sampel buah dan sayuran di Pasar Raya I Salatiga dinyatakan negatif pestisida.Pemeriksaan daging ayam, sapi, dan kambing juga menunjukkan hasil negatif formalin dan boraks, dengan nilai pH dan kadar air masih dalam batas normal.Namun, Tim Jejaring Keamanan Pangan menemukan produk kerupuk berwarna pink yang positif mengandung klorin.Selain itu, beberapa produk perikanan juga positif mengandung formalin, yaitu teri nasi kecil, teri nasi besar, cumi kering asin, ikan layur, dan teri nasi asin.Sementara itu, hasil pengecekan di Superindo Salatiga menunjukkan bahwa seluruh sampel pangan yang diuji dinyatakan aman dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya.Kanit Indagsi Subdit Indaksi Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah Kompol Muchamad Zazid mengatakan, dari total 54 sampel pangan yang diuji di Pasar Raya I Salatiga, ditemukan beberapa produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan."Sedangkan hasil pengecekan di pasar modern dinyatakan aman," ujarnya, Selasa .Baca juga: Peneliti Internasional Imbau Masyarakat Dunia Kurangi Konsumsi Makanan Ultra-proses, Ada Apa?Tim langsung memberikan peringatan kepada pedagang yang menjual produk tidak memenuhi standar kesehatan pangan tersebut. "Serta barang yang masih ada dikembalikan kepada distributor," kata Zazid.Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan pangan dan melindungi masyarakat dari peredaran bahan pangan berbahaya."Sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari," ungkapnya.Baca juga: Chef Ungkap Cara Mengolah Gurame dan Patin agar Tidak Bau Tanah Saat Musim HujanBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selalu rutin memperingatkan bahaya penggunaan formalin dan boraks pada makanan.Boraks dan formalin sering digunakan oleh pedagang atau produsen nakal untuk mengawetkan produk makanan mereka. Padahal, kedua bahan tersebut berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.
(prf/ega)
Temuan Hasil Perikanan Mengandung Formalin di Pasar Salatiga, Ketahui Ciri dan Bahayanya
2026-01-11 23:47:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:43
| 2026-01-11 23:40
| 2026-01-11 23:35
| 2026-01-11 22:31
| 2026-01-11 22:27










































