Ternyata Ini Penyebab Kebakaran Paling Banyak di Jakarta

2026-01-13 00:35:41
Ternyata Ini Penyebab Kebakaran Paling Banyak di Jakarta
- Pakar kelistrikan bangunan sekaligus Ketua Bidang Standardisasi Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI), Helvin Herman Tirtadjaja, menyebut mayoritas penyebab kebakaran karena percikan api yang disebabkan dari arus listrik."Di Jakarta ada sekitar 2.000 kasus kebakaran setiap tahun, 60 persen sampai 70 persen karena masalah listrik," kata Alvin saat dihubungi, Rabu .Data kebakaran tersebut dirilis dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta. Misalnya saja, jumlah kebakaran paling banyak terjadi pada 2019, di mana ada 2.183 kasus."Paling besar kebakaran karena kelistrikan. Maka pencegahannya harus menggunakan instalasi listrik yang memenuhi standar, misalnya kabel berkualitas, pastikan sesuai standar SNI, juga MBC (Miniature Circuit Breaker) harus benar-benar berfungsi sehingga tidak ada arus bocor ketika ada gangguan," jelasnya.Diungkapkan Helvin, tak hanya di Jakarta maupun kota-kota lain di Indonesia, penyebab kebakaran di seluruh dunia juga didominasi karena arus listrik.Baca juga: Temuan Jaring Bambu Murah dan Petaka Kebakaran Apartemen di Hong KongBeberapa penyebab kebakaran karena arus listrik seperti perabot elektronik yang sudah tidak layak pakai, instalasi jaringan listrik yang semrawut, hingga kabel tidak sesuai standar."Kebakaran di dunia juga karena percikan api, misalnya ada sambungan (kabel) kendor, akhirnya keluar percikan api, awalnya kecil, lama-lama jadi panas saat terjadi gangguan seperti korsleting," ujar Helvin."Atau pakai kabel asal-asalan, kabel yang harus untuk audio malah dipakai buat listrik, akibatnya panas ketika ada pemakaian (listrik) berlebih," tambahnya.Instalasi listrik pada bangunan juga harus sesuai regulasi yang ditetapkan. Di Indonesia hal ini diatur dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik atau PUIL."Dari kelistrikan itu yang harus sangat diperhatikan adalah (peralatan listrik) harus sesuai SNI. Lalu instalasinya harus sesuai dengan PUIL dari Kementerian ESDM," ungkapnya.Baca juga: 90 Persen Kebakaran di Jakarta Akibat Korsleting, Ini Cara MencegahnyaYang tidak kalah penting, sambung Helvin, adalah desain bangunan. Ia menyoroti banyak desain bangunan belum memenuhi standar keamanan.Salah satu yang jadi perhatiannya adalah banyak bangunan di kota-kota besar seperti Jakarta yang tidak menyediakan jalur evakuasi. Ini terjadi karena akses minim, bahkan ditutup demi alasan keamanan dari pencurian."Kadang-kadang rumah-rumah, gedung besar, atau kompleks (perdagangan) suka didesain tidak aman (ketika terjadi kebakaran). Bangunan jadi semacam mirip benteng (bangunan rapat), terutama yang tertutup pakai teralis. Memang tujuannya supaya maling susah masuk," beber Helvin.Baca juga: 7 Kesalahan Pakai Kabel Colokan, Bisa Picu Korsleting hingga Kebakaran


(prf/ega)