Gotong Royong Warga Tembus Desa Putus di Aceh Tamiang untuk Salurkan Bantuan

2026-01-12 07:30:57
Gotong Royong Warga Tembus Desa Putus di Aceh Tamiang untuk Salurkan Bantuan
Jakarta - Salah satu desa putus akses dan akses terbatas di perbatasan Sumatera Utara dan Aceh, tepatnya di Desa Kampung Alur Mentawak, Kabupaten Aceh Tamiang berhasil ditembus PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina dan bersama program Pertamina Peduli pada Selasa 9 Desember 2025.Terdapat 3 dusun terdampak, di mana, salah satu dusun masih belum dapat diakses baik kendaraan roda dua maupun empat.Upaya ini dilakukan bersama warga yang dengan penuh semangat bergotong royong menempuh jalur ekstrem untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) beberapa waktu yang lalu.AdvertisementAkibat akses yang masih terputus akibat longsor, tim PGN harus terlebih dahulu melangsir bantuan hingga titik terdekat yang masih dapat dilalui kendaraan roda empat.Dari lokasi tersebut, dengan dukungan warga, tim PGN melanjutkan perjalanan menggunakan motor trail angkut sawit untuk menembus jalur licin dan terjal hingga mencapai permukiman warga yang membutuhkan bantuan."Syukur atas keberhasilan penyaluran bantuan tersebut. Upaya menembus desa terisolir ini tidak mudah, namun berkat semangat gotong royong antara tim PGN dan warga, bantuan akhirnya dapat tiba di lokasi," ujar Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman melalui keterangan tertulis, Rabu ."Kami bersyukur bantuan akhirnya bisa menjangkau desa yang selama beberapa hari terisolir. Tujuan kami sederhana, memastikan bantuan benar-benar sampai ke orang-orang yang sedang berjuang di tengah situasi sulit," sambung dia.Fajriyah menambahkan, PGN akan terus hadir dan membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana sebagai wujud komitmen perusahaan."Kami akan hadir sejauh yang dibutuhkan, termasuk ke lokasi-lokasi dengan akses paling terbatas. Dalam kondisi darurat seperti ini, bantuan tepat waktu adalah hal yang sangat krusial," tandas dia. 


(prf/ega)