Kucing Lebih Sering Mengeong ke Pemilik Pria, Mengapa?

2026-01-11 03:54:34
Kucing Lebih Sering Mengeong ke Pemilik Pria, Mengapa?
- Kucing dikenal sebagai hewan yang misterius. Mereka sering dianggap cuek, sulit ditebak, dan hanya mengeong ketika menginginkan sesuatu. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan fakta menarik: kucing ternyata mengeong lebih dari dua kali lipat lebih sering kepada pemilik pria dibandingkan pemilik perempuan.Temuan ini berasal dari riset yang dipimpin tim peneliti Universitas Ankara, Türkiye, dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Ethology pada 2025. Studi ini menambah pemahaman baru tentang cara kucing berkomunikasi dengan manusia—dan bagaimana respons manusia turut memengaruhi perilaku mereka.Penelitian ini melibatkan 31 pemilik kucing yang diminta merekam momen saat mereka pulang ke rumah. Para peserta diminta bertingkah laku senatural mungkin, tanpa dibuat-buat, agar reaksi kucing yang terekam benar-benar autentik.Hasilnya cukup mencolok. Pemilik pria menerima rata-rata 4,3 vokalisasi—termasuk mengeong, mendengkur, atau suara “chirp”—dalam 100 detik pertama setelah masuk rumah. Sebaliknya, pemilik perempuan hanya menerima rata-rata 1,8 vokalisasi dalam durasi yang sama.Perbedaan ini tergolong besar dan menariknya tidak dipengaruhi usia, jenis kelamin, maupun ras kucing.“Hasil kami menunjukkan bahwa kucing lebih sering melakukan vokalisasi kepada pengasuh pria, sementara faktor demografis lain tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap frekuensi maupun durasi salam,” tulis para peneliti dalam makalah ilmiahnya.Baca juga: Alasan Tak Terduga Kucing Mengeong ke ManusiaDalam studi ini, peneliti menganalisis 22 jenis perilaku kucing saat menyambut pemiliknya. Mulai dari perilaku sosial seperti mengangkat ekor dan menggesekkan tubuh, hingga perilaku displacement seperti mengguncang tubuh atau menggaruk diri—yang kerap dikaitkan dengan stres ringan.Dari seluruh perilaku yang diamati, hanya vokalisasi yang berubah berdasarkan jenis kelamin pemilik. Perilaku lain, termasuk mendekati mangkuk makanan atau menguap, tidak menunjukkan perbedaan berarti.Para peneliti juga menemukan bahwa perilaku kucing biasanya muncul dalam dua kelompok besar:Menariknya, vokalisasi tidak berkorelasi kuat dengan kedua kelompok tersebut. Artinya, mengeong tampaknya merupakan sinyal yang berdiri sendiri, bukan sekadar penanda lapar atau rindu.Baca juga: Mengapa Kucing Mengeong?Meski penelitian ini tidak secara mendalam menelusuri penyebabnya, para peneliti mengajukan beberapa kemungkinan. Salah satunya berkaitan dengan cara pemilik merespons kucing.Perempuan, menurut temuan pendukung penelitian, cenderung memberi perhatian lebih, lebih peka membaca emosi kucing, dan lebih sering meniru suara kucing saat berinteraksi. Sebaliknya, pria dinilai relatif lebih pasif atau kurang responsif terhadap sinyal halus dari kucing.“Karena itu, sangat mungkin pengasuh pria membutuhkan vokalisasi yang lebih eksplisit untuk menyadari dan merespons kebutuhan kucing mereka. Hal ini pada akhirnya memperkuat kecenderungan kucing untuk menggunakan suara yang lebih sering dan terarah guna menarik perhatian,” tulis para peneliti.Dengan kata lain, kucing belajar bahwa mengeong lebih efektif ketika berhadapan dengan pemilik pria.Baca juga: Mengapa Kucing Mendesis Mirip Ular?Memang, studi ini melibatkan jumlah partisipan yang relatif kecil dan seluruhnya berasal dari satu negara. Namun, penggunaan rekaman video langsung menjadi keunggulan utama penelitian ini, dibandingkan banyak studi perilaku hewan yang hanya mengandalkan laporan subjektif pemilik.


(prf/ega)