Jurnalis detikcom Raih Humas Kemenag Award 2025 Penguatan Literasi Keagamaan

2026-01-12 15:21:55
Jurnalis detikcom Raih Humas Kemenag Award 2025 Penguatan Literasi Keagamaan
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Humas Kemenag Award 2025. Jurnalis detikcom menjadi salah satu peraih anugerah Humas Kemenag 2025 award.Penganugerahan Humas Kemenag Awards 2025 digelar di Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025). Jurnalis detikcom Haris Fadhil mendapat anugerah Humas Kemenag 2025 kategori Penguatan Literasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Serta Kehidupan Beragama.Anugerah Humas Kemenag Award 2025 juga diberikan kepada media lain seperti LKBN Antara, TVRI, Radio Republik Indonesia (RRI), Kompas TV, Rakyat Merdeka, MNC TV, Beritasatu, Indoposco, Times Indonesia, Parahyangan Post dan Kedaulatan Rakyat.Selain itu, Humas Kemenag Award 2025 juga dianugerahkan kepada satuan kerja Kemenag. Ada sejumlah kategori penghargaan untuk jajaran internal Kemenag yang berperan dalam menyampaikan program Kemenag secara inovatif dan kreatif.Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan terima kasih kepada jajaran Humas Kemenag. Nasaruddin mengatakan seluruh jajaran Kemenag telah bekerja keras untuk melayani publik."Selama motto kita ikhlas beramal itu, kita akan di-back up kekuatan Yang Maha Hebat," ujarnya.Dia mengajak jajaran Kemenag untuk bekerja ikhlas. Dia mengatakan jajaran Kemenag tak boleh sombong meski mendapat apresiasi."Karena kalau orang menikmati pujian, selesai prestasinya," ujarnya.Nasaruddin mengatakan apresiasi yang didapat Kemenag merupakan hasil kerja tim. Dia juga menyebut apresiasi didapat karena publik memahami program Kemenag dengan baik."Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan media. Terhadap prestasi Kemenag itu semua terwujud karena masyarakat memahami apa yang kita lakukan," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-12 14:00