- Kawasan Industri Morowali atau Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menjadi salah satu kawasan industri strategis yang mendorong percepatan hilirisasi mineral di Indonesia.Berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, kawasan ini dikenal sebagai pusat pengolahan nikel terintegrasi terbesar di Tanah Air yang dibangun sejak 2013.IMIP merupakan hasil kerja sama perusahaan Indonesia dan China. Daerah ini kemudian berkembang pesat menjadi kawasan industri yang menampung berbagai fasilitas pengolahan, smelter, hingga industri turunan berbasis nikel dan mineral lainnya.Pembangunan kawasan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mendorong hilirisasi nikel, mengurangi ekspor bahan mentah, serta meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.Untuk diketahui saja, kepemilikan saham terbesar PT IMIP berada di tangan Shanghai Decent Investment Group dengan porsi mencapai 49,69 persen.Shanghai Decent Investment sendiri merupakan kepanjangan tangan Tsingshan Holding Group, untuk investasi pembangunan smelter di luar China, salah satunya di Indonesia.Tsingshan Holding Group adalah raksasa produsen baja asal China yang dikenal sebagai salah satu pemain terbesar global di industri tersebut.Tsingshan Holdings didirikan pada 1988 oleh pengusaha Xiang Guangda di Wenzhou. Grup ini mulai berinvestasi besar-besaran di sektor industri nikel Indonesia pada 2013, membuka jalan bagi ekspansi bisnis mereka di Tanah Air.Sang pemilik, Xiang Guangda masuk dalam jajaran orang terkaya di China. Forbes pada 2018 mencatat kekayaannya berada di angka 28 miliar dollar AS.Baca juga: Wamenhub Pastikan Bandara IMIP di Morowali Terdaftar dan BerizinSelain mengelola kawasan industri nikel melalui PT IMIP sebagai lini bisnis utama, Tsingshan Holdings juga memiliki sejumlah anak usaha lain di Indonesia dengan nilai investasi tidak kalah besar. Salah satunya adalah PT Tsingshan Steel Indonesia (PT TSI).PT TSI mengoperasikan sejumlah fasilitas smelter yang berlokasi di area industri PT IMIP. Perusahaan ini memproduksi nikel dalam bentuk pig iron atau feronikel, dengan kapasitas output tahunan mencapai 500.000 ton.Untuk mendukung pasokan energi bagi smelter tersebut, Tsingshan turut membangun pembangkit listrik di Morowali dengan kapasitas 2x65 megawatt (MW).Selain PT TSI, Tsingshan juga memiliki smelter lain di kawasan IMIP melalui perusahaan lain yakni PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (PT ITSS).Perusahaan ini sempat menjadi pemberitaan pada Desember 2023 setelah insiden ledakan tungku smelter yang memakan korban meninggal 18 pekerja, termasuk tenaga kerja asal China.Kawasan Industri Morowali Indonesia merupakan proyek luar negeri pertama Tsingshan melalui PT IMIP. Area ini berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah, dan dirancang mencakup wilayah lebih dari 2.000 hektar.Baca juga: Kebakaran di Kawasan Industri IMIP Sulteng, Bahlil Turunkan Tim
(prf/ega)
Siapa Pemilik IMIP Morowali dan IWIP Halmahera?
2026-01-12 04:25:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:34
| 2026-01-12 03:58
| 2026-01-12 03:04
| 2026-01-12 02:58
| 2026-01-12 02:25










































