LOMBOK UTARA, - Jabat (58) tidak pernah menyangka, biji cokelat (kakao) yang puluhan tahun silam dia tanam kini mendadak terkenal dan menjadi perbincangan banyak orang.Unggahan videonya saat menerima tamu turis mancanegara yang sedang mencipi buah cokelat "Ijo Kajuman" mendapat respons positif dari banyak orang."Iya benar ada yang dari Inggris sama Perancis mereka penasaran dengan cokelat kita dan langsung mampir ke kebun mencicipi buahnya dimakan langsung sama biji cokelatnya," kata Jabat, kepada Kompas.com, saat ditemui Sabtu lalu.Kedatangan turis mancanegara bukan kali pertama, sebelumnya Jabat juga menerima sejumlah turis dari Amerika, Korea, dan Belanda.Baca juga: Kisah Kakao Kampung Merasa di Berau, Dulu Dilarang Dimakan Kini Jadi Cuan"Mereka sangat senang terutama ukuran dari buah dan bijinya, ukurannya lebih besar dibandingkan dengan cokelat lainnya," kata Jabat.Cokelat "Ijo Kajuman" memiliki kulit buah berwarna hijau. Berukuran besar dengan biji cokelat yang juga besar.Panjang buah cokelat Ijo Kajuman bisa mencapai 30 cm per buah, jauh lebih besar dari cokelat varietas lainnya.Dok. Facebook Jabat Menjulu Coklat Ijo Kajuman di Kabupaten Lombok Utara, NTB.Tahun 1988 Jabat memulai budidaya bibit cokelat Ijo Kajuman ini. Berawal dari satu buah biji cokelat bantuan Pemerintah di era Presiden Soeharto, kini sudah menjadi ratusan pohon cokelat Ijo Kajuman.Pohon-pohon itu tumbuh subur di Dusun Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB)."Dulu penanaman cokelat pertama dari proyek pembibitan jamannya Presiden Soeharto tahun 1988, waktu itu pembibitannya banyak sekali," kenang Jabat.Biji-biji cokelat yang sudah melalui pembibitan lalu ditanam dan disebar ke sejumlah desa di Kabupaten Lombok Utara.Masa panen raya pun tiba. Ribuan buah cokelat dari beberapa pohon yang sudah dipanen selanjutnya dikumpulkan dan dijemur.Baca juga: Asa Petani Kakao, Tingkatkan Taraf Hidup Lewat Nikmat Produk Cokelat"Di antara biji berserakan di penjemuran ada beberapa biji yang ukurannya jauh lebih besar dari biji-biji yang lain, dan itu sangat nampak (besar) lalu kita lacak pohonnya di mana," kata Jabat."Dengan dibuka satu-satu akhirnya ketemu ternyata dari luas kebun itu ternyata hanya satu pohon yang seperti itu," kata Jabat yang juga berprofesi sebagai guru SMP ini.Karena rasa penasaran, pria 58 tahun ini lalu mencari lagi ke seluruh kebun cokelat yang ada di Desa Genggelang, dan desa lainnya namun tidak ketemu.
(prf/ega)
Cerita Panjang Cokelat "Ijo Kajuman" Lombok Utara yang Kini Diburu Turis Mancanegara
2026-01-12 05:06:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:17
| 2026-01-12 04:59
| 2026-01-12 04:32
| 2026-01-12 04:26
| 2026-01-12 03:25










































