Kirim Ancaman, Houthi Sebuat Kehadiran Israel di Somaliland Akan Jadi Target Militer

2026-01-12 05:15:58
Kirim Ancaman, Houthi Sebuat Kehadiran Israel di Somaliland Akan Jadi Target Militer
SANAA, - Pemimpin kelompok Houthi Yaman, Abdel Malik Al Houthi mengirim peringatan terhadap Israel usai mengakui Somaliland sebagai negara.Menurutnya, kehadiran Israel di Somaliland bisa dianggap sebagai target militer oleh kelompoknya."Kami menganggap setiap kehadiran Israel di Somaliland sebagai target militer bagi angkatan bersenjata kami," ujarnya, dikutip dari Aljazeera, Minggu ."Karena itu merupakan agresi terhadap Somalia dan Yaman, dan ancaman terhadap keamanan kawasan," sambungnya.Abdel Malik menyatakan, pengakuan Israel membawa konsekuensi serius dan menganggapnya sebagai sikap permusuhan yang menargetkan Somalia, negara Afrika, dan Laut Merah.Baca juga: Tak Ikuti Jejak Sahabat, Trump Belum Mau Akui SomalilandPeringatan Houthi ini menyusul ancaman yang diberikan oleh kelompok Al Shabaab pada Sabtu .Sebelumnya, kelompok Al Shabaab yang berbasis di Somalia bersumpah akan melawan semua upaya Israel untuk memanfaatkan wilayah Somaliland."Kami tidak akan menerimanya, dan kami akan melawannya," kata juru bicara Al Shabaab, Ali Dheere dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Sabtu.Menurutnya, pengakuan terhadap Somaliland menunjukkan bahwa Israel telah memutuskan untuk memperluas pengaruhnya ke sebagian wilayah Somalia."Sungguh penghinaan tingkat tertinggi hari ini, melihat sebagian warga Somalia merayakan pengakuan dari Perdana Menteri Israel (Benjamin) Netanyahu," ujarnya. "Padahal Israel adalah musuh terbesar masyarakat Islam," lanjutnya.Baca juga: Jika Israel Manfaatkan Wilayah Somaliland, Kelompok Al Shabaab Siap BerperangUntuk diketahui, Israel secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat pada Jumat .Ini merupakan pengakuan pertama yang diterima Somaliland sejak memisahkan diri dari Somalia pada 1991.Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, pihaknya telah menandatangani deklarasi bersama yang menetapkan hubungan diplomatik penuh dengan Somaliland.Ia juga menggambarkan deklarasi itu sebagai semangat Kesepakatan Abraham, sebuah perjanjian yang ditengahi oleh Amerika Serikat untuk membangun hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara Arab.Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan kesepakatan itu merupakan hasil dialog ekstensif selama setahun antara kedua negara."Kita akan bekerja sama untuk meningkatkan hubungan antar negara dan bangsa kita, stabilitas regional, dan kemakmuran ekonomi," ujarnya.


(prf/ega)