Dukung Mobilitas Nataru, KAI Logistik Kirim 7 Lokomotif dari Sumatera ke Jawa

2026-01-12 12:53:56
Dukung Mobilitas Nataru, KAI Logistik Kirim 7 Lokomotif dari Sumatera ke Jawa
JAKARTA, - KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), melalui layanan KALOG Pro pada segmen Project Logistic tengah melaksanakan pengiriman tujuh unit lokomotif dari Sumatera ke Jawa.Ini sebagai dukungan terhadap kelancaran peningkatan mobilitas masyarakat khususnya pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik menjelaskan, pengiriman dilakukan secara bertahap sejak 25 November 2025 dari Depo Gerbong Rejosari Divre IV Tanjungkarang menuju Stasiun Jakarta International Container Terminal (JICT) di wilayah KAI Daop 1 Jakarta.Baca juga: KAI Logistik Angkut 19 Juta Ton Barang hingga Oktober 2025DOK. KAI LOGISTIK Ilustrasi kereta barang yang dioperasikan oleh KAI Logistik."Ketujuh Lokomotif tipe CC 206 tersebut masing-masing memiliki berat 88 ton dan direncanakan tiba seluruhnya di JICT pada 2 Desember 2025," kata Dwi dalam keterangan tertulis, Selasa .Pengiriman lokomotif menjadi langkah strategis untuk mendukung penambahan frekuensi perjalanan kereta api guna meningkatkan kapasitas angkutan penumpang, serta mempersiapkan kebutuhan operasional dan program suksesi di tahun 2026.Optimalisasi ini juga diharapkan dapat memperkuat kehandalan layanan dan memenuhi tingginya permintaan perjalanan masyarakat selama masa angkutan Nataru 2025/2026.Sejak 2018, KAI Logistik terus dipercaya menangani berbagai project logistics sarana perkeretaapian di lingkungan KAI Group.Baca juga: Dorong Efisiensi Distribusi, KAI Logistik Kembangkan Terminal RonggowarsitoKapabilitas perusahaan dalam penanganan heavy cargo telah terbukti melalui berbagai pengiriman strategis, mulai dari lokomotif, gerbong, rangkaian LRT dan KRL, hingga beragam prasarana perkeretaapian seperti rel, kereta MTT, mobil KPJ, rangka jembatan, wesel, dan suku cadang."Rekam jejak ini mengukuhkan posisi KAI Logistik sebagai bagian penting dalam ekosistem logistik perkeretaapian nasional, sekaligus memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam mengelola pengiriman bernilai tinggi dengan standar keselamatan dan profesionalisme yang tinggi," terang Dwi.


(prf/ega)