Beras Langka, Penjual Nasi di Aceh Tengah Kini Berjualan Mie

2026-01-13 00:05:20
Beras Langka, Penjual Nasi di Aceh Tengah Kini Berjualan Mie
TAKENGON, – Sejumlah warung makan yang sebelum bencana hidrometeorologi menjual nasi dengan berbagai lauk pauk, kini menjual berbagai jenis mie karena para pemilik warung mulai kekurangan beras.Di Kampung Blang Kolak I, Kecamatan Bebesen, Takengon, Aceh Tengah misalnya, pedagang warung yang berada di Jalan Takengon-Isaq, maupun sekitar kota, lebih memilih memasak mie instan, bihun maupun mie lidi yang dijual kepada pelanggan.“Stok beras cukup untuk makan sehari-hari, jadi enggak diperjualbelikan. Jadi kami memilih menjual mie saja, karena beras enggak ada dijual di kedai lagi,” kata Rina, pedagang yang semula menjual nasi.Baca juga: Penjual sampai Tak Tega, Harga BBM di Aceh Tengah Rp 50.000 Per LiterIa mengatakan, harga berbagai bentuk mie juga tidak normal. Bahkan, mie instan sudah sulit diperoleh di pasaran karena stok di berbagai grosir juga habis.“Kita naikkan harga, biasa nasi Rp 10.000-Rp 20.000 per porsi, sekarang mie 10.000 per porsi,” ujar Rina.Sementara itu, untuk sarapan, Rina menyiapkan bungkusan bihun maupun mie lidi yang sudah dimasak seharga Rp 5.000.“Untuk pagi kita jual murah, karena banyak warga yang membutuhkan. Seringnya habis, karena warga lebih milih makan mie pagi dari pada makan nasi pagi. Itu kata mereka,” ucap Rina lagi.Baca juga: Cerita dari Posko Bencana di Aceh Tengah, Nasi Bungkus Kol Rebus dan Mie untuk WargaIa mengaku sempat menutup warungnya beberapa hari pascabanjir karena berbagai informasi terkait kelangkaan bahan pangan.Namun, kini Rina sudah kembali membuka warung karena harus menghidupi keluarga, dan kondisi masyarakat di Takengon yang cenderung aman.“Alhamdulillah Takengon aman, jadi kami sebisa mungkin berjualan. Kalau ada bantuan kami terima, ya cukup gak cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Karena masih ada warga yang membutuhkan yang terkena dampak bencana,” kata Rina.


(prf/ega)