Longsor Banjarnegara 2025. Warga Berlarian ke Tempat Aman Saat Tanah Retak dan Kondisi Gelap

2026-01-12 06:20:52
Longsor Banjarnegara 2025. Warga Berlarian ke Tempat Aman Saat Tanah Retak dan Kondisi Gelap
- Suasana mencekam menyelimuti Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, setelah longsor besar mengguncang wilayah itu pada Sabtu sore.Dalam gelap, warga berlarian menyelamatkan diri di tengah suara tanah yang terus retak dan ancaman longsor susulan.Hingga Senin , sedikitnya 51 warga berhasil menyelamatkan diri dan kini berada di lokasi pengungsian, Kantor Kecamatan Pandanarum. Raut lelah dan duka tampak jelas di wajah para penyintas.Baca juga: Update Longsor Cilacap: 16 Korban Meninggal Ditemukan, 7 Orang Masih HilangSalah satu warga, Tusri, menggambarkan detik-detik mencekam saat tanah di pemukiman mereka mulai bergerak.“Dalam kondisi gelap dan panik, kami berlari menuju kandang sapi dan kambing,” ujarnya, Senin .Kandang ternak itu merupakan titik aman yang telah disiapkan sekitar 300 meter dari lokasi longsor.Meski demikian, perjalanan menuju lokasi tersebut sangat sulit. Di tengah kepanikan, suara tanah yang terus merekah membuat warga berlarian sambil menangis.“Suara retakan tanah keras sekali. Ada ibu-ibu yang manggil-manggil anaknya karena belum ketemu kemarin malam,” kata Tusri.Ia bercerita, momen itu mengingatkan pada kejadian longsor pada 2017.“Dulu pernah ada kejadian serupa, tapi tidak separah ini. Waktu itu juga diarahkan mengungsi ke kandang sapi,” tuturnya.Baca juga: Longsor Hutan Pinus di Banjarnegara, Dua Meninggal dan 26 Warga HilangDi dalam kandang sapi tempatnya berlindung, ada 13 warga yang bertahan. Warga lain menyebar di beberapa kandang lain.“Total ada 51 orang yang bertahan. Kami ke situ karena sudah diberitahu kalau ada apa-apa, larinya ke kandang itu. Katanya lebih aman, jauh dari tebing longsoran,” jelasnya.Selama berada di kandang ternak, warga tetap mendapatkan bantuan logistik.“Tetap dapat, semua lengkap. Ada makanan dan minuman, tidak ada yang kekurangan,” ujarnya.Warga mengungsi sejak Minggu pukul 16.00, dan baru berhasil dievakuasi pada Senin sekitar pukul 11.2i WIB.


(prf/ega)