Banjir Lima Hari Rendam 5 Desa di Barito Timur, BPBD Dirikan Dapur Umum

2026-01-12 09:16:13
Banjir Lima Hari Rendam 5 Desa di Barito Timur, BPBD Dirikan Dapur Umum
PALANGKA RAYA, - Banjir merendam lima desa di tiga kecamatan di Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam lima hari terakhir.Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, terdapat ratusan jiwa yang terdampak bencana ini.Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, menyebutkan bahwa banjir melanda Barito Timur sejak 12 Desember 2025 lalu.Kejadian ini mengakibatkan lima desa terendam yang tersebar di tiga kecamatan. Yakni Desa Tangkan, Mansiwui, Hayapung, Haringen, dan Paku Belo.“Terdapat lima desa yang terendam, yakni Desa Tangkan, Mansiwui, dan Hayapung di Kecamatan Awang, Desa Haringen di Kecamatan Dusun Timur, dan Desa Paku Belo di Kecamatan Paku,” beber Alpius kepada wartawan di Palangka Raya, Selasa .Baca juga: Update Pencarian Korban Banjir Tapanuli Tengah: 45 Masih Hilang, Banyak Jalan Desa PutusAlpius menjelaskan bahwa pada bencana tersebut terdapat 587 jiwa dari 211 KK yang terdampak.Banjir juga merendam 50 bangunan rumah warga, 6 titik jalan dan jembatan, 2 fasilitas pendidikan, 1 tempat ibadah, dan 1 fasilitas kesehatan.Pihaknya sudah membangun tiga dapur umum di Kecamatan Awang. Sebab, ia mengatakan, di lokasi tersebut desa yang terdampak banjir cukup luas.Ia menilai, masyarakat di sana memerlukan bantuan dapur umum tersebut.Baca juga: Pilu Petani di Banyuwangi, Lahan Rusak Diterjang Banjir“Kami sudah membangun 3 dapur umum di Kecamatan Awang, karena jumlah desa terdampak di sana cukup luas, sehingga masyarakat memerlukan bantuan dapur umum itu,” jelas dia.Untuk mengantisipasi meluasnya banjir, Alpius menyebut pihaknya sudah melakukan koordinasi setiap minggu bersama dengan BPBD kabupaten dan kota untuk memaksimalkan upaya mitigasi maupun penanganan bencana.Baca juga: Kementan Janji Rehabilitasi Sawah dan Tambak Korban Banjir di Aceh UtaraIa mengatakan, sejak awal musim hujan, sepekan sekali pihaknya selalu berkoordinasi bersama BPBD di Kabupaten dan kota.Hal ini juga untuk memastikan kesiapan personel dan ketersediaan peralatan.Baca juga: Pakar UGM: Lokasi Banjir Bandang di Sumatera Tak Layak Jadi Hunian Tetap“Sejak awal musim hujan, setiap minggu kami berkoordinasi dengan kabupaten dan kota melalui zoom meeting untuk memastikan kesiapan personel dan ketersediaan peralatan,” pungkasnya.


(prf/ega)