TPA Suwung Bakal Ditutup, Bangli Jadi Tempat Penampungan Sementara

2026-01-15 05:41:10
TPA Suwung Bakal Ditutup, Bangli Jadi Tempat Penampungan Sementara
DENPASAR, — Pemerintah pusat memastikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, resmi berhenti beroperasi mulai 1 Maret 2026. Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan, keputusan tersebut tidak bisa ditunda, sehingga daerah hanya memiliki waktu singkat untuk menata sistem pengelolaan sampah pengganti.Keputusan itu mengemuka dalam pertemuan antara Koster dan Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq di Denpasar, Senin . Pertemuan juga dihadiri Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.Baca juga: Wisatawan Domestik ke Bali Turun 700.000 Orang, Ini Kata Gubernur KosterKoster menyebut pemerintah daerah diminta bergerak cepat sebelum penutupan TPA Suwung diberlakukan.“Kami mendapat arahan dari Bapak Menteri agar menyiapkan langkah-langkah dalam dua bulan ke depan. Sehingga saat TPA Suwung ditutup, sudah tersedia solusi untuk mengatasi persoalan sampah, khususnya di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” jelas Koster.Ia menyatakan, selama proyek Waste to Energy (WtE) dibangun, TPA di Kabupaten Bangli akan dimanfaatkan sebagai lokasi penampungan sementara.Sebagai langkah awal, Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung diarahkan mengoptimalkan pengolahan sampah sejak dari sumbernya. Upaya itu mencakup pemanfaatan teba modern, TPS3R, serta TPST.“Upaya ini diharapkan mampu mengoptimalkan penanganan sampah di hulu. Sementara sisanya sedang dipersiapkan TPA di Bangli yang hanya akan digunakan sebagai tempat penampungan sementara,” ungkap dia.Menurut Koster, TPA di Desa Landih, Bangli, sejatinya bukan berstatus TPA regional. Namun, regulasi daerah memungkinkan kerja sama lintas kabupaten, termasuk dengan Denpasar dan Badung.Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, persoalan sampah di Bali harus ditangani serius karena menyangkut wajah Indonesia di mata dunia.“Kami rapat bersama Gubernur, Wali Kota Denpasar, serta Bupati Badung dan Bangli untuk menyikapi pelaksanaan transformasi TPA Suwung hingga menjadi fasilitas WtE. Diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua tahun,” jelasnya.Ia menambahkan, penutupan TPA Suwung bukan berarti kegagalan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan.“Penanganan sampah harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Salah satu alternatifnya adalah revitalisasi TPA di Kabupaten Bangli. Kita hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk melakukan peningkatan fasilitas TPA tersebut agar dapat digunakan sementara, sambil menunggu rampungnya proyek WtE,” tambah dia.Hanif juga mengakui bahwa penggunaan TPA Bangli membawa konsekuensi sosial dan lingkungan. Karena itu, menurutnya, upaya mengurangi volume sampah sejak dari hulu menjadi strategi utama agar pengiriman ke Bangli dapat ditekan semaksimal mungkin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-15 04:32