TNI Beri Layanan Trauma Healing untuk Korban Bencana Sumatera

2026-01-12 03:53:53
TNI Beri Layanan Trauma Healing untuk Korban Bencana Sumatera
JAKARTA, - Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Kolonel (Arh) Osmar Silalahi menyampaikan bahwa TNI mengerahkan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan trauma healing bagi para korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera."Terkait pengungsi, TNI mengerahkan tenaga kesehatan dengan kemampuan trauma healing," kata Osmar saat konferensi pers update bantuan untuk bencana Aceh-Sumatera, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin .Osmar melanjutkan, TNI menggandeng Universitas Syiah Kuala (USK) untuk memberikan pelayanan trauma healing khususnya bagi anak-anak di Provinsi Aceh.Baca juga: Mendagri Usulkan Bantuan untuk Daerah Bencana Rp 2 Miliar, Presiden Tingkatkan Jadi Rp 4 Miliar"Di Provinsi Aceh, TNI bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) untuk trauma healing khususnya bagi anak-anak di tenda pengungsian sehingga mereka di tenda-tenda pengungsian, selalu ceria," ujar dia.Menurut Osmar, anak-anak adalah korban paling rentan mengalami trauma saat bencana itu terjadi.Ia berharap, tim trauma healing dapat membantu korban dan anak-anak pulih dari luka batin dan dampak emosional akibat peristiwa traumatis.Baca juga: Kementerian PU Petakan Titik Rawan Bencana di Indonesia, Sumatera Terbanyak"Anak-anak punya trauma sendiri, kami tim kesehatan TNI menyiapkan trauma healing, harapannya, anak-anak tidak mengalami trauma berkepanjangan. Kebutuhan logistik mereka juga disuplai oleh dapur umum kami," kata Osmar.Berdasarkan data BNPB pada Minggu , sebanyak 921 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.Sementara itu, sebanyak 392 orang dilaporkan masih hilang kontak dan 975.079 orang mengungsi.Baca juga: Bencana di Sumatera, Menteri LH Akui Tak Bisa Rutin Pantau Jutaan Unit UsahaDi Sumatera Utara, korban meninggal 329 orang dan hilang 82 orang.Kemudian, di Sumatera Barat, yang meninggal dunia 226 orang dan yang hilang 213 orang.Untuk Aceh, itu 366 orang meninggal dunia, hilang 97 orang, dan mengungsi 914.202 orang.


(prf/ega)