Tantangan Distribusi Bantuan ke Sumatera: Keterbatasan BBM hingga Daya Angkut Helikopter

2026-01-12 12:29:34
Tantangan Distribusi Bantuan ke Sumatera: Keterbatasan BBM hingga Daya Angkut Helikopter
JAKARTA, - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, sejumlah tantangan pemerintah dalam mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).Keterbatasan daya angkut helikopter dalam membawa bantuan hingga terbatasnya bahan bakar minyak (BBM) menjadi tantangan pendistribusian bantuan kepada para korban bencana."Di lapangan, tantangan yang kita hadapi tidak ringan. Keterbatasan BBM untuk logistik dan genset, kerusakan jaringan listrik bertegangan tinggi, hingga keterbatasan daya angkut helikopter membuat distribusi bantuan memerlukan waktu," ujar AHY dalam akun Instagram-nya, Minggu .Baca juga: Polri Tambah Personel Percepatan Penanganan Bencana Sumatera, Brimob hingga K-9 DikerahkanKendati menghadapi sejumlah tantangan, seluruh sumber daya pemerintah dikerahkan untuk menanggulangi bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.Dengan begitu, perbaikan infrastruktur vital, pemulihan layanan dasar, hingga bantuan dapat segera menjangkau masyarakat paling membutuhkan di Sumatera.Khusus untuk infrastruktur, AHY sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk segera mengerahkan alat berat guna membuka akses jalan yang terputus."Di sisi lain, saya juga telah berkomunikasi langsung dengan PLN terkait pemulihan listrik serta dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM bagi logistik, genset, dan operasional di lapangan," ujar AHY.Baca juga: Prabowo: Daerah Terisolasi Banjir Sumatera Insyaallah Bisa Kita TembusANTARA FOTO/Beni Wijaya Warga mengevakuasi korban longsor yang hanyut di sungai Batang Anai, Nagari Anduriang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu . Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Sumatera Barat hingga Sabtu pukul 14.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat bencana alam di Provinsi tersebut sebanyak 90 orang sementara 86 orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, semua kementerian/lembaga terkait sudah turun ke lapangan untuk menangani bencana yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.Hal tersebut disampaikannya usai memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan bencana di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis ."Tim sudah, semua kementerian sudah turun di lapangan. Saat ini Kepala BNPB berada di posko di Tarutung, sehingga bisa juga mengawal implementasinya di Sumatera Barat maupun di Aceh, dan Sumatera Utara," ujar Pratikno dalam konferensi pers, dikutip dari tayangan Kompas TV, Kamis .Baca juga: TNI AD Kerahkan Heli, Kapal, hingga Jembatan Bailey Tangani Banjir Sumatera"Jadi ini tim terus bekerja keras, bersama-sama bupati dan wali kota, gubernur. Seluruh jajaran saat ini bekerja keras," sambungnya.Dalam kesempatan tersebut, Pratikno juga menyampaikan perintah Presiden Prabowo Subianto yang meminta proses tanggap darurat di tiga provinsi tersebut dilakukan dengan serius dan cepat.Selain proses tanggap darurat, pemerintah juga telah mempersiapkan upaya pemulihan untuk daerah-daerah yang terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar."Pada saat yang sama, pemerintah mulai menyiapkan pemulihan agar infrastruktur yang terdampak dapat segera kembali berfungsi," ujar Pratikno.Baca juga: Prabowo Pastikan Listrik Pulih Sebentar Lagi di Lokasi Banjir SumateraANTARA/HO-Basarnas Petugas dari Kantor SAR Padang melintasi lintasan tali yang membentang sepanjang 50 meter untuk mengevakuasi dua korban yang hanyut terbawa banjir bandang di aliran Sungai Silaing Bawah, Kabupaten Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu . Dalam forum yang sama, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii mengatakan, pihaknya terus melakukan evakuasi terhadap korban-korban yang terisolasi akibat banjir di Sumatera.


(prf/ega)