Bupati Iskandar: 600 Sumur Minyak Rakyat Aceh Timur Tunggu Izin Operasi

2026-01-12 04:10:55
Bupati Iskandar: 600 Sumur Minyak Rakyat Aceh Timur Tunggu Izin Operasi
ACEH TIMUR, – Sebanyak 600 dari 1.200 sumur minyak rakyat di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, segera beroperasi. Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI tengah melakukan verifikasi sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.“Tadi kita dengan informasi terakhir dari usulan 1.200 sumur minyak rakyat, 600 di antaranya dalam verifikasi kementerian, setelah itu baru izin dan bisa beroperasi,” kata Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, dalam kegiatan sosialisasi tentang sumur minyak rakyat di Aceh Timur, Kamis .Iskandar menyebutkan, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi agar sumur dinyatakan layak beroperasi, di antaranya tidak boleh berada di kawasan hutan lindung dan tidak dalam wilayah kerja kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang sudah memiliki izin.Baca juga: Soal Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat, DPR: Jangan Berhenti di Atas KertasSelain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga menunggu surat keputusan Gubernur Aceh terkait koperasi serta badan usaha yang telah diusulkan. Setelah keputusan tersebut keluar, akan diterbitkan petunjuk teknis untuk pelaksanaan operasional di lapangan.Dikelola BUMD dan KoperasiIskandar menuturkan, Aceh Timur telah mengusulkan empat koperasi dan satu badan usaha milik daerah, yaitu PT Aceh Timur Energi Mineral, untuk mengelola sumur minyak rakyat.Skemanya, sumur akan dikelola oleh koperasi atau pemilik sumur, hasil produksinya dijual kepada badan usaha daerah, dan kemudian disalurkan kepada Pertamina. Pola tersebut dirancang agar pengelolaan minyak rakyat berjalan terarah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.“Kita harap setelah proses verifikasi, proses legalitas dan bisnis sumur minyak rakyat di Aceh Timur bisa segera berjalan. Sektor minyak dan gas bumi merupakan salah satu pilar utama perekonomian Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Timur,” ujar Iskandar.


(prf/ega)