BENGKAYANG, - Angin kencang dan ombak besar membuat pondok wisata yang didirikan di tepian Pantai Kura-kura, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, roboh.“Ada puluhan yang roboh,” kata Anwar, salah satu pemilik pondok wisata, Kamis .Anwar mengatakan, cuaca mulai tidak bersahabat sejak Senin dini hari.Saat itu angin mulai kencang dan disertai ombak besar hingga merusak pondok yang terbuat dari papan dan disediakan warga pantai untuk pengunjung Pantai Kura-kura.Anwar mengatakan sebagian pondok berhasil diselamatkan lantaran dibuat dengan desain yang bisa diangkat.“Milik saya ada lima berhasil diselamatkan,” kata pria yang sudah memiliki usaha di tepi Pantai Kura-kura sejak tiga tahun terakhir.Baca juga: Pantai Kura-kura di Lombok: Daya Tarik, Biaya, dan RutePantai Kura-kura berbatasan dengan Kota Singkawang.Di tempat terpisah, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca tidak menentu belakangan ini.Hujan deras disertai air laut pasang membuat potensi banjir semakin besar, sehingga warga baik di kota maupun di kawasan pesisir diminta berhati-hati.“Saat ini juga diikuti dengan pasang air laut, sehingga kita bersama-sama harus meningkatkan kewaspadaan,” katanya.Ia juga mengimbau orangtua untuk memperhatikan anak-anak agar tidak bermain sembarangan di sungai maupun tepian pantai.Baca juga: Penertiban Tambang Ilegal di Bengkayang Ricuh, Wagub Kalbar Usul Dilegalkan SajaBerkaca dari kejadian sebelumnya, pernah terjadi korban jiwa ketika anak tenggelam akibat bermain di tepian sungai saat banjir di wilayah Singkawang Utara.“Tolong anak-anak jangan dibiarkan main sendirian entah itu di sungai atau pantai, karena kita mengingat kondisi cuaca yang tidak baik saat ini,” katanya.Tjhai Chui Mie mengatakan telah memerintahkan BPBD Kota Singkawang menyiagakan personel agar langkah kedaruratan dapat segera dilakukan ketika terjadi hal yang tidak diinginkan.Setiap kecamatan di Singkawang juga telah menyiapkan posko darurat sebagai tempat pengungsian sementara bagi masyarakat terdampak.Dari aspek sumber daya manusia, BPBD Kota Singkawang telah menyiagakan sekitar 20 personel terlatih.“Mereka siap dikerahkan kapan saja dibutuhkan untuk operasi penanganan bencana. Selain itu, terdapat juga relawan tanggap bencana di setiap kelurahan dengan jumlah minimal lima orang,” pungkasnya.
(prf/ega)
Puluhan Pondok Wisata di Pantai Kura-kura Roboh Diterjang Angin dan Ombak Besar
2026-01-11 22:42:01
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:43
| 2026-01-11 21:35
| 2026-01-11 21:06
| 2026-01-11 20:28
| 2026-01-11 20:28










































