Prabowo Cek Pembangunan Jembatan di Daerah Terdampak Bencana Bireuen

2026-02-04 15:27:55
Prabowo Cek Pembangunan Jembatan di Daerah Terdampak Bencana Bireuen
Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan jembatan bailey di Kabupaten Bireuen, Aceh. Jembatan bailey ini masih separuh terpasang di atas sungai saat Prabowo mengecek.Pantauan detikcom, Minggu (7/12/2025), Prabowo tiba di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, pada pukul 11.46 WIB. Pembangunan jembatan bailey dilakukan di dekat Masjid Baitulhuda atau masjid kecamatan setempat.Terlihat material bangunan berupa besi kerangka jembatan dan beton di lokasi. Sejumlah alat berat juga tampak berada di sekitar sungai.Prabowo sempat mengecek kondisi pembangunan jembatan ke pinggir sungai. Menteri PU Dody Hanggodo dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem ikut mendampingi Prabowo.Diketahui, ada dua jembatan bailey yang sedang dipasang di area Sungai Teupin Mane, Aceh Bireuen, yang menjadi salah satu titik kritis jalur darat penghubung Medan-Aceh. Pemerintah menargetkan jembatan itu bisa difungsikan 2-3 hari ke depan.Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Medan dengan Banda Aceh serta sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Jembatan bailey yang dipasang memiliki bobot sekitar 50 ton dan berfungsi sebagai jembatan sementara, namun dapat difungsikan sebagai jembatan permanen dalam kondisi darurat.Kerusakan infrastruktur di sungai Teupin Mane terjadi akibat meluapnya aliran sungai yang kini mencapai lebar 180 meter, jauh meningkat dari kondisi normal sekitar 100 meter. Menurut Teddy, pemasangan dua jembatan bailey ini akan memperlancar akses logistik.Simak juga Video 'Prabowo: Rakyat Lihat Reaksi Cepat Pemerintah Atasi Musibah':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-04 15:17