Pekan Ketiga Pascabanjir, Layanan Publik dan Sekolah di Aceh Utara Masih Lumpuh

2026-01-12 03:56:34
Pekan Ketiga Pascabanjir, Layanan Publik dan Sekolah di Aceh Utara Masih Lumpuh
ACEH UTARA, - Memasuki pekan ketiga pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, layanan kesehatan, pendidikan, dan pemerintahan di daerah tersebut belum pulih.Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyampaikan kondisi tersebut kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat meninjau lokasi pengungsian di Desa Rumoh Rayeuk dan Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Senin .“Dari 32 Puskesmas, hanya tujuh Puskesmas bisa beroperasi. Selebihnya layanan minimum, penuh lumpur dan dalam proses pembersihan,” kata Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa.Ia menjelaskan, seluruh layanan pendidikan jenjang dasar hingga menengah pertama masih lumpuh. Kondisi halaman sekolah dan ruang kelas dipenuhi lumpur sehingga membutuhkan waktu untuk dibersihkan.Baca juga: Bupati Ayahwa Harap Presiden Melihat Dahsyatnya Kerusakan Imbas banjir di Aceh Utara“Obat-obatan paling mendesak, karena pengungsi sudah kena penyakit, mulai dari gatal, hingga kaki membengkak seperti kaki gajah,” ujar Ayahwa.Selain itu, layanan pemerintahan di Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, juga belum dapat difungsikan. Untuk sementara, sebagian aktivitas perkantoran dialihkan ke Gedung Pendopo di Lhokseumawe serta sejumlah bangunan milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di Lhokseumawe.Menurut Ayahwa, kondisi tersebut terjadi karena suplai listrik di sejumlah kantor di Lhoksukon masih padam. Pemerintah daerah juga belum memiliki mesin generator untuk seluruh kantor pemerintahan.“Sehingga kita fungsikan pendopo yang berada di Lhokseumawe sebagai kantor utama,” terangnya.Ia menambahkan, laporan detail terkait kerusakan akibat banjir akan disampaikan secara berkala kepada kementerian terkait dan Kepala BNPB.“Karena itu butuh perhatian serius,” ujarnya.Sebelumnya diberitakan, hingga saat ini sebanyak 69.020 pengungsi masih bertahan di 138 titik pengungsian yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.Selain itu, 163 orang dilaporkan meninggal dunia dan enam orang masih dalam pencarian. Kerusakan juga terjadi pada 12 daerah irigasi, sementara delapan daerah irigasi tersier turut rusak diterjang banjir.Sebanyak 14.509 hektar sawah dilaporkan tertutup lumpur setinggi satu hingga dua meter sehingga tidak dapat digunakan kembali.


(prf/ega)