Kisah Pilu Sariman, Menanti Istri dan Dua Anak Hilang dalam Longsor Cibeunying Cilacap

2026-01-12 06:03:51
Kisah Pilu Sariman, Menanti Istri dan Dua Anak Hilang dalam Longsor Cibeunying Cilacap
- Suasana duka masih menyelimuti Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, usai bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis malam.Di balik operasi pencarian yang masih berlangsung, tersimpan kisah pilu Sariman (48), seorang ayah yang kehilangan istri dan dua anaknya dalam musibah tersebut.Hujan deras yang mengguyur wilayah Majenang memicu longsor besar yang menyapu dua dusun di Desa Cibeunying.Hingga hari kelima pencarian, Senin , sebanyak 16 korban ditemukan meninggal dunia dan tujuh lainnya masih hilang.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 106 warga terpaksa mengungsi, 16 rumah rusak berat, dan 16 rumah lain terancam gerakan tanah.Baca juga: Bantuan Sembako, Kasur Lipat, dan Ambulans Tegal Tiba di Lokasi Longsor Cilacap dan BanjarnegaraMinggu siang, di bawah rindang pepohonan tak jauh dari timbunan tanah longsor, Sariman duduk memandangi para petugas yang terus mencari korban.Setiap informasi penemuan jenazah membuat dadanya bergemuruh.“Kalau dengar kabar ada yang ditemukan, hati saya langsung bergetar. Rasanya kemroso banget. Saya berdoa semoga yang ditemukan itu istri dan dua anak saya,” ucapnya terbata-bata dikutip dari jatengprov.go.id.Istrinya, Nina, dan kedua anaknya, Fani dan Fatin, termasuk korban yang hilang sejak malam longsor terjadi.“Saya selalu berdoa setiap waktu. Dari pagi sampai pencarian selesai, saya selalu menunggu di sini,” kata Sariman.Baca juga: 16 Meninggal dan 7 Masih Hilang, Operasi Pencarian Korban Longsor Cilacap Dihentikan karena Hujan DerasSariman mengisahkan detik-detik bencana itu terjadi. Saat longsor melanda, ia berada jauh di Palembang, tempat ia bekerja sebagai buruh bangunan selama dua tahun terakhir.“Saya ditelepon keponakan, disuruh segera pulang ke desa. Dikabari kalau di desa sedang kena musibah longsor,” ceritanya.Tanpa pikir panjang, ia langsung pulang. Sesampainya di Cibeunying pada Jumat pukul 02.30 WIB, ia terpaku melihat desanya nyaris rata dengan tanah.Ketua RT lalu memberi kabar pahit bahwa istri dan dua anaknya termasuk dalam daftar korban hilang. Mendengar itu, tubuh Sariman seketika lemas.Rumahnya hilang tersapu longsor. Orang-orang yang ia cintai juga belum ditemukan.Baca juga: Baznas Buka Dapur Umum di Lokasi Longsor Cilacap dan Garut


(prf/ega)