Libur Nataru, Sampah di Kota Malang Naik 25 Ton Per Hari

2026-01-12 06:53:14
Libur Nataru, Sampah di Kota Malang Naik 25 Ton Per Hari
MALANG, - Volume sampah di Kota Malang, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Jumlahnya bertambah sebanyak 25 ton per hari.Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengatakan, kenaikan tersebut melebihi prediksi awal yang diperkirakan hanya sekitar 20 ton per hari.“Jika hari biasa sebanyak 720 hingga 730 ton. Peningkatan ada sebanyak 25 ton, dari perkiraan awal awal sekitar 20 ton. Maka jika ditotal setiap harinya mencapai 755 ton sampah selama momen libur Nataru,” kata Raymond kepada Kompas.com, Sabtu .Baca juga: Tawuran Mahasiswa di Malang, 1 Korban Tewas dan 2 KritisIa menjelaskan, meningkatnya aktivitas masyarakat selama masa libur panjang menjadi faktor utama melonjaknya volume sampah. Sejumlah kawasan dengan intensitas kunjungan tinggi, seperti daerah wisata, pusat perbelanjaan, hingga sentra kuliner menjadi penyumbang terbesar.“Kami banyak menemukan peningkatan di seputaran pasar, seperti Pasar Klojen, Oro-oro Dowo, Pasar Kasin, Pasar Besar. Kemudian area tempat kuliner, Sudimoro dan juga perumahan tempat kos mahasiswa,” jelasnya.Baca juga: New Wisata Wendit Malang, Liburan Edukatif dengan Habitat Monyet dan Mata Air AlamiDalam kondisi normal, jumlah ritase truk pengangkut sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang berkisar antara 160 hingga 178 truk per hari. Namun, selama periode libur Nataru, jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga sekitar 200 truk per hari.Seiring meningkatnya ritase pengangkutan, DLH Kota Malang juga melakukan penyesuaian jam kerja petugas kebersihan. Penambahan jam kerja dilakukan untuk memastikan sampah tetap tertangani optimal meski volume meningkat.“Kami tidak menambah armada truk maupun petugas, artinya jumlahnya masih sama dengan hari biasa. Namun jam kerjanya yang kami tambah, jika biasanya sehari mengangkut 2 kali sekarang menjadi 3 sampai 4 kali,” tambahnya.DLH juga memberi perhatian khusus pada sejumlah titik yang menjadi tujuan utama wisatawan, salah satunya kawasan Kayutangan Heritage. Di kawasan tersebut, penyesuaian jadwal pengambilan sampah dilakukan guna mengantisipasi penumpukan.Langkah ini dinilai perlu mengingat tingginya jumlah kunjungan wisatawan selama libur Nataru, terutama pada sore hingga malam hari."Biasanya pengambilan dilakukan jam 2 dini hari sampai jam 6 pagi. Sekarang kami instruksikan agar pengambilan juga dilakukan pada malam hari. Pengambilan sampah juga kami tambah agar tidak menumpuk,” pungkasnya.


(prf/ega)