Ancaman Cuaca Ekstrem Saat Nataru, KAI Tinggikan Jembatan di Pelintasan Rawan Banjir

2026-01-12 14:32:02
Ancaman Cuaca Ekstrem Saat Nataru, KAI Tinggikan Jembatan di Pelintasan Rawan Banjir
JEMBER, - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Salah satunya adalah meninggikan jembatan di pelintasan yang rawan banjir akibat luapan sungai.“Kami melakukan pengangkatan jembatan pada titik-titik yang sering mengalami banjir supaya air bisa lebih mudah mengalir,” kata Vice President PT KAI Daop 9 Jember Hengky Prasetyo di lingkungan kantor PT KAI Daop 9 Jember, Kamis .Baca juga: Jalur Pantura, Tol, dan Obyek Wisata Pantai Jadi Fokus Pengamanan Nataru di Indramayu Ia menyebut, salah satu titik rawan banjir berada di lintas Keraton–Bangil, Kabupaten Pasuruan. Di lokasi itu kerap terjadi banjir bandang.“Di daerah Keraton antara Pasuruan–Bangil ini sudah kami mitigasi dengan membuat beberapa jembatan baru,” ujarnya.Baca juga: Libur Nataru, Pelindo Tambah 1 Alat Berat untuk Memaksimalkan Pelayanan di Pelabuhan AmbonSelain meninggikan jembatan, KAI juga membersihkan drainase sepanjang jalur untuk memperlancar aliran air sungai.“Drainase-drainase sepanjang jalur kita bersihkan supaya aliran air bisa mengalir dengan lancar,” kata Hengky.Selain itu, KAI Daop 9 Jember memastikan kesiapan penuh angkutan Nataru di tengah ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.Hengky menyampaikan, pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau kondisi cuaca.“Salah satunya kami melakukan MoU dengan BMKG sehingga mendapatkan informasi cuaca secara real time,” kata Hengky usai apel gelar pasukan di lingkungan kantor PT KAI Daop 9 Jember, Kamis .Tambahan personel khusus untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di sepanjang jalur kereta pun disiagakan.“Kami melakukan penambahan orang untuk terkait dengan cuaca ekstrem ini,” ungkapnya.Dari aspek keselamatan perjalanan, pihaknya menyiagakan lebih dari 200 personel tambahan untuk menjaga perlintasan sebidang.“Untuk perlintasan sebidang yang saat ini tidak terjaga, selama masa angkutan Nataru kita tambahkan lebih dari 200 orang,” paparnya.Langkah tersebut dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama periode angkutan Nataru.


(prf/ega)