Viral Video Jenazah Diangkut Traktor di Jambi Lewati Jalan Rusak Parah, Wabup Tanjab Timur Angkat Bicara

2026-01-11 23:44:09
Viral Video Jenazah Diangkut Traktor di Jambi Lewati Jalan Rusak Parah, Wabup Tanjab Timur Angkat Bicara
JAMBI, – Sebuah video yang memperlihatkan jenazah diangkut menggunakan traktor di Jalan Parit Bengkok, Kelurahan Kampung Singkep, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, viral di media sosial.Peristiwa itu terjadi karena jalur utama sedang diperbaiki. Akibatnya, keluarga jenazah berinisiatif menggunakan traktor untuk melintasi jalan alternatif yang rusak parah pada Kamis .Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Muslimin Tanja, membenarkan kejadian tersebut.“Ya benar. Video itu terjadi di wilayah kami. Namun yang dilintasi bukan jalan utama, melainkan jalan alternatif,” kata Muslimin saat dihubungi, Selasa .Baca juga: 23 Tahun Berdiri, Patung Pahlawan Jambi Sultan Thaha Saifuddin DibongkarMenurutnya, satu-satunya akses yang dapat dilalui keluarga jenazah adalah jalan alternatif tersebut. Jalan utama Rano–Kampung Laut tak bisa digunakan karena sedang ada perbaikan jembatan.“Kami menyadari jalan utama ini penting untuk mobilisasi warga dan komoditas hasil perkebunan. Karena itu, kami kebut perbaikan jembatan dengan target selesai dalam 1–2 minggu,” ujarnya.Muslimin menjelaskan, awalnya jenazah dibawa menggunakan ambulans. Namun, kondisi jalan alternatif yang rusak berat membuat keluarga akhirnya memilih menggunakan traktor agar perjalanan tidak terhambat.Muslimin menambahkan, kondisi infrastruktur di daerahnya memang masih menghadapi banyak kendala. Ia berharap pemerintah pusat memberi perhatian khusus kepada daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.“Dengan anggaran yang kami miliki, banyak hambatan untuk membangun sekitar 1.200 kilometer jalan poros utama. Saat ini, kondisi mantap baru sekitar 16 persen,” kata dia.Baca juga: Terungkap, Cara Penculik Loloskan Bilqis Naik Pesawat Makassar-JambiMenurutnya, Tanjung Jabung Timur memiliki tantangan tersendiri karena hampir 90 persen wilayahnya berupa lahan gambut. Pembangunan jalan di atas lahan gambut membutuhkan biaya jauh lebih besar dibanding tanah mineral.“Kalau di tanah mineral biaya pembangunan jalan sekitar Rp6–7 miliar per kilometer, di tanah gambut bisa mencapai Rp8–9 miliar per kilometer,” jelasnya.Meski begitu, ia menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur demi memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil perkebunan.“Kita tetap akan berusaha, dengan anggaran yang ada, agar mobilitas warga dan komoditas perkebunan bisa berjalan lancar,” tutup Muslimin.


(prf/ega)